-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pernyataan Joseph Paul Zhang Tidak Mewakili Seluruh Umat Kristen (Katolik Dan Protestan) Dan Etnis Tertentu Indonesia

Rabu, 21 April 2021 | 12:27 WIB Last Updated 2021-04-21T05:29:31Z
Apakah pernyataan Joseph Paul Zhang mewakili agama Katolik dan Protestan dan etnis tertentu di Indonesia? Dari pertanyaan ini, saya berharap agar kita semua terutama saudara-saudariku umat Islam bijak untuk melihat kasus Joseph Paul Zhang. 

Pernyataan ini saya buat untuk menanggapi pernyataan ketua Fraksi PKS DPR-RI; “Jangan sampai ada konflik horisontal gara-gara Joseph Paul Zhang” sebagaimana yang tertulis pada indonesianside.id; 18-April 2021.

Secara pribadi saya menentang ujaran penistaan Joseph Paul Zhang dan mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian namun juga menentang dan menggugat oknum pendakwah yang juga melakukan hal yang sama dengan menghina dan menista ajaran dan simbol-simbol keagamaan Katolik yang selama ini seakan jauh dari sentuhan hukum hanya karena alasan dakwah termasuk menentang dan menolak setiap upaya hukum yang berakhir dengan permintaan maaf disertai meterai 6.000.

Saya tidak membuka kasus lama namun paling tidak sebagai referensi, kasus pak Ahok bisa membuka mata dan hati kita untuk menegakan keadilan dan kebenaran di negeri ini. Bahwa permintaan maaf tidak menghalangi proses hukum. Dan sebenarnya itu juga yang harus dilakukan.

Yang seringkali terjadi adalah ketika yang bersalah adalah yang memiliki kekuatan massa yang banyak maka seringkali penyelesaiannnya hanya pada kata maaf dan meterai. Tapi ketika yang tidak memiliki atau hanya memiliki kekuatan massa yang sedikit, kata maaf dan meterai seakan tak ada gunanya. Kebenaran dan keadilan di negeri tidak ditentukan oleh suara dan tekanan mayoritas (bdk. Santo Paus Yohanes Paulus II).

Berhubungan dengan pernyataan Joseph Paul Zhang agar diperhatikan dengan bijak, adil dan benar bahwa pernyataannya tidak mewakili baik agama Katolik maupun Protestan di Indonesia. Pernyataannya adalah murni mengatasnamakan pribadinya sendiri.

Alasan saya mengatakan bahwa pernyataan Joseph Paul Zhang tidak merupakan pernyataan yang mewakili agama Katolik maupun Protestan dan etnis tertentu di Indonesia karena;

1.Joseph Paul Zhang bukan umat Katolik bukan juga tokoh Agama Katolik seperti Pastor dan Uskup. Meskipun namanya adalah Joseph namun melihat beberapa video pada channel youtubenya, Joseph Paul Zhang bukan anggota Gereja Katolik karena seluruh pengajarannya bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik. Sikap Gereja Katolik tegas; siapapun yang mengajarkan ajaran agama Katolik secara sembarangan dan tidak sesuai ketentuan dogma dan magiterium Gereja apalagi melawan dogma dan magisterium maka sudah pasti diekskomunikasi dan tidak diakui sebagai yang mewakili Gereja Katolik.

2.Joseph Paul Zhang juga bukan jemaat dan tokoh agama: pendeta dari gereja-gereja Protestan yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) maupun diluar PGI yang selama ini memiliki kehendak baik untuk menciptakan kebaikan dan kedamaian bersama. Itu nampak dari ajarannya sebagaimana yang ditampilkan dalam video-video pada channel youtube yang bersangkutan yang menentang pengajaran gereja-gereja Protestan.

3.Demikian juga pernyataan Joseph Paul Zhang tidak mewakili etnis tertentu. Pernyataan dia adalah pernyataan pribadi.

Maka ketakutan ketua fraksi PKS DPR-RI adalah ketakutan yang tidak berdasar bahkan justru ketakutannya jangan-jangan menjadi sebuah “ketakuatan provikatif”. Kalau pernyataan Joseph Paul Zhang adalah pernyataan pribadi mengapa lantas ditakuti adanya konflik horizontal. Mayoritas masyarakat bangsa ini sudah cerdas. Maka stop provokasi yang dibungkus dengan ketakutan.

“Yang harus ditakuti dan menjadi komitmen bersama untuk melawan adalah mereka yang secara terang benderang menista agama lain dengan dalih atau alasan cerama agama.”

Manila: 20-April 2021
Oleh: Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update