-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puasa Dalam Kemanusiaan: Terkasih Saudara-saudariku Umat Muslim Adonara Dan Lembata

Selasa, 13 April 2021 | 08:08 WIB Last Updated 2021-04-13T01:40:14Z
Saudara-saudariku...

Puasamu tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini engkau menjalani bulan suci Ramadhan dalam situasi kabung dan dukacita. Namun demikian satu hal yang kubanggakan darimu semua bahwa situasi kabung dukacita tak membuatmu untuk membatalkan ibadah puasamu, pun pula tak menghalangi misi kemanusiaanmu sebagai salah satu nilai hakiki dari bulan suci Ramadhan yaitu solidaritas.

Untuk soal toleransi di tanah tercinta kita tidak bisa diragukan lagi. Di saat banyak orang sibuk berbicara tentang perbedaan agama, suku dan budaya, kita justru semakin menunjukan kepada dunia bahwa perbedaan itu semakin mempererat tali kekeluargaan kita sebagai kakak dan adik. Di saat banyak orang menjadikan perbedaan agama untuk memutus misi kemanusiaan, kita justru menunjukan kepada mereka bahwa perbedaan agama justru menjadi jalan memanusiakan manusia.

Singkatnya, perbedaan kita adalah jalan emas memperkuat rumah kekeluargaan kita sebagai satu bapak, mama dan saudara-saudari sebagaimana yang telah kita mainkan sepanjang sejarah perjalanan hidup kita di rahim Adonara dan Lembata. 

Saudara-saudariku...

Meski hanya melalui video maupun foto, aku yang berada jauh darimu ikut terharu, bangga dan bersyukur memilikimu sebagai saudara dan saudariku sesama anak Lamaholot, ketika mendapatkanmu sebagai salah satu yang ikut menjadi barisan terdepan menolong sesama saudara dan saudari kita yang menjadi korban banjir bandang 4-April 2021 yang lalu.

Kalian membuka pintu rumah kalian untuk memberikan tumpangan kepada para saudara dan saudariku yang beragama Katolik. Tanpa banyak kata menyediakan makanan dan minuman, bahkan harus bangun pagi-pagi betul dan untuk tidur malampun menjadi yang paling terakhir hanya untuk memastikan bahwa saudara-saudari kita yang terkena banjir bandang tidak kelaparan dan tidur dalam keadaan damai dan nyaman.

Saudara-saudariku...

Puasamu tahun ini adalah puasa berahmat bagi saudara-saudariku umat Katolik. Karena di saat kalian memberi makan dan minum kepada mereka, kalian justru harus menahan haus dan lapar. 

Saya percaya bahwa haus dan lapar sudah kalian alami sejak awal banjir bandang menimpa Adonara dan Lembata. Kalian rela tidak makan dan minum asal sesama saudara dan saudari kita yang sedang mengungsi dan sakit sudah tidak kelaparan dan kehausan lagi.

Kalian mungkin hanya menikmati santapan ala kadarnya asal sesama saudara dan saudari kita mendapatkan asupan yang cukup untuk kesehatan jiwa dan raga mereka. Kalian yang menjadi garda terdepan menolong mereka, meski harus menjadi yang terakhir untuk sejenak mengisi kekuatan raga kalian.

Saudara-saudariku...

Puasamu tahun ini adalah puasa “ilahi” menurut pandangan saya karena kalian menunjukan ketulusan dan kesucian hati untuk memberi makan dan minum kepada sesama saudara dan saudari kita meski kalian sendiri harus berjuang menahan haus dan lapar kalian. 

Untuk semua yang telah kalian lakukan dan berikan tanpa batas dan tanpa pamrih, saya dengan segala rasa syukur, haru dan bangga padamu semua saudara dan saudariku umat Muslim di Adonara dan Lembata mengahturkan limpah terimakasih seraya terus mendoakanmu dalam ziarah suci bulan Ramadhan.

Sebagai anak Lewotanah, kujadikan puasamu tahun ini sebagai siar persaudaraan dan kekeluargaan bahwa kita memang berbeda tetapi kita satu keluarga dalam satu rumah Adonara dan Lembata dalam satu semangat yang sama yaitu; “Gelekat” (tolong-menolong).

Dari kacamata seorang imam Katolik; yang saudara dan saudariku umat Muslim lakukan adalah perwujudan nyata dari Sabda Yesus yang kuimani; “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh 15:13).

Manila: 12-April 2021
Pater Kopong Tuan MSF
×
Berita Terbaru Update