-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PUISI DALAM PASKAH, KEBANGKITAN, KEMULIAANMU

Sabtu, 03 April 2021 | 11:58 WIB Last Updated 2021-04-03T05:17:36Z
PUISI DALAM PASKAH

Rai mengobarkan semangat cinta pada rana kamis putih yang kian menepih.

Membidik rasa rinduh ditengah tari-tarian suci dengan lagu syukur yang bersemi.

Kini kami sedang mengaum penuh duka, mendengar khotbah suci dan menghilang raut wajah yang sirna.

Tak ada lagi salaman yang datang, tak ada lagi suara menyapa dan membagi senyuman.

Pada kesunyian malam yang beralas ketakutan, Rai mengangkat roti yang tak beragi dan piala yang penuh sahi.

Mengetuk pintu hati yg perih. 
Membagi cinta dalam iman yang penu kasih,
Itulah cinta yang paling berarti bagi kami.

Pada Kamis yang putih ini, 
engkau membasuh kaki muridMu yang letih.

Dan kami pun membasuh diri, teringat segala dosa yang tidak bisa di bilang ruginya berapa kali.

Hanya engkaulah yang menanggung derita dan menyerahkan diri hingga rela mati demi manusiawi.

Dalam jumaat yang penuh agung, 
para serdadu mengayun dan memukul hingga Kau jatu tersungkur.

Dan itu kami kenangkan pada jalan salibmu yang berlumur dara itu, meminta seribu ampun atas dosa yang selalu kunjung.

Saat malam Sabtu suci, kau nampak ditenga-tenga kami, dari yang gelap menjadi terang, Alle luya terus bergemah.

Engkau bangkit dalam jaya,
Tuhan keselamatan gembira dalam kemenangan.


KEBANGKITANMU

YesusKu,
UmatMu telah dengki pada situasi,
Menyebut namaMu dalam keadaan isolasi.

Nyawa kami ibarat padi yang berjemur ditepi sungai, tinggal menunggu kapan terbawa
banjir.

Itu mustahil bagi diri kami, sebab iman kami tak sebesar biji sesawi, bawalah kami pada kebangkitaMu.

Untaian doa umatMu meringkik penuh derita, ditikam oleh elit dunia yang menghancurkan semua manusia.

Kaulah Tuhan penghuni surga,
datanglah menyelamatkan umatMu ditengah cengkraman maut.

Camkan mereka dengan pedangMu dan lumpuhkan pikiran mereka dengan roh kudusMu.
 
Hanya Tuhan yang kami sembah,
semoga berkah three hari suci ini  membangkit semangat baru bagi kami,,


KEMULIAANMU

Kau pilah aku dari duriMu, dan akupun tak jemuh bersujud di bawa kakiMu

DeritaMu tidak bisa kami junjungkan, 
Hanya ada kebangkitan yang kami harapkan.

Lapar dan haus sudah engkau rasakan
Pahit dan manis sudah engkau temukan.

Letih dan lesuh telah engkau paksakan
Demi debu tana engkau mengorbankan.

Sontaklah kebangkitanMu bagi umat di bumi.
Dan kami layaknya pecundang ngazi yang tetap mensyukuri tiap hari.

Kalimat suci yang  kami pinang dalam namamu, telah kami ucapkan saat ini. 

Dan bukan doa yg kami ucapkan, 
tetapi tangisan yg kami rasakan.
 
Suara kami melengking, 
saat hidup kami tenga terpampang.

Hanya kayu salib yang kami bawakan
Dan simbol gambar yg disaksikan, 

Isuh pengkianatan dan cacimakiMu telah usai, badanMu diatas kayu salib telah hilang. 

kubur dan batuMu telah engkau hancurkan,
tinggal kain kafan dan bukti kebangkitanMu hingga kami hidupkan.

Oleh: Zambrot Zambrotta
×
Berita Terbaru Update