-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sakit Yang Membawa Sukacita Dan Damai Sejahterah

Senin, 12 April 2021 | 12:13 WIB Last Updated 2021-04-12T05:13:57Z
Jam sembilan tepat saya diantar oleh seorang prodiakon berhenti tepat di perempatan Estrella, salah satu lingkungan dimana umat sudah menanti kunjungan Tuhan melalui berkat dan penerimaan komuni.

Dan mulailah saya berjalan kaki meski cuaca panas menyengat yang mengalirkan keringat membasahi sekujur tubuh untuk mengunjungi umat yang sejak 22 Maret hingga Minggu ini (11 April) tidak bisa lagi mengikuti misa di gereja karena lockdown kembali diberlakukan. Kakiku masih bengkak dan nyeri karena asam urat kambuh lagi maka jalan pun agak pincang.

Dalam hati, saya hanya bisa berdoa agar Tuhan sendiri yang menguatkan saya, menyegarkan saya dengan berkat dan kuasanya melalui pemberkatan kepada umat dan komuni kudus yang saya terimakan kepada umat. 

Damai yang kuterima dari Yesus yang bangkit, menyegarkan dan menguatkan saya untuk melangkah mengunjungi mereka yang sudah merindukan kehadiran Yesus melalui penerimaan komuni kudus. Tepat Sabda Yesus; “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh 20:21).

Berhadapan dengan situasi sulit seperti ini, Sabda Yesus ini menjadi sangat relevan dan meneguhkan perutusan untuk membawa damai sejahterah dan belas kasih Allah kepada umat melalui pemberkatan (pemercikan air berkat) dan penerimaan komuni kudus.

Lebih dari itu melalui pemberkatan dan penerimaan komuni kudus mau meneguhkan iman umat bahwa meski tidak melihat Yesus secara langsung namun mampu melihat-Nya melalui pengalaman spiritual atau pengalaman iman yang dihadirkan oleh Gereja melalui kunjungan seraya memberkati mereka dan menerimakan komuni kudus.

Kebahagiaan dan sukacita terpancar dari wajah mereka menandakan bahwa mereka sangat berbahagia berjumpa dengan Yesus meskipun tidak berjumpa dengan-Nya face to face. Kebahagiaan dan sukacita yang mereka tampakan pada perjumpaan hari ini semakin menegaskan Sabda Yesus; “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” (Yoh 20:29).

Kebahagiaan dan sukacita yang kujumpai hari ini seakan menjadi obat spiritual yang meneguhkan langkahku dan menyembuhkan nyeri yang kurasakan selama perjalanan. Sayapun lebur dalam sukacita yang mereka alami. Letih dan keringat seakan menjadi penyegar perjalanan yang kuungkapkan dalam bahasa sederhana; “Terimakasih, Tuhan memberkati dan selalu waspada.”

Setibanya di paroki, hanya ada satu kata bahasa syukur penuh sukacita terucap” “Syukur pada-Mu Tuhan, karena sakit ini boleh menjadi berkat membawa damai sejaterah dan belas kasih-Mu kepada umat, sehingga kami tetap bahagi dan percaya pada-Mu meski tidak melihat.”

Manila: 11-April 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update