-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siapa Kita di Hadapan Penguasa?

Kamis, 01 April 2021 | 10:58 WIB Last Updated 2021-04-02T03:15:29Z
                                                   Ilustrasi: kompasiana.com

Kemunafikan tidak lain adalah pandangan hidup orang pengecut.  Sebab di pelukan roh yang berani dan kekuatan jiwa untuk mengetahui kapan kebenaran harus dikatakan dan selanjutnya mengatakan kebenaran tersebut. Maka yang termasuk golongan munafik adalah orang yang ratio praktisnya lemah  untuk mencapai tingkat keadilan.

Dari sudut pandang demokrasi deliberatif melihat kemunafikan sebagai bangkrutnya konsep ratio yang yang ditandai oleh kemampuan akal budi manusia untuk mengetahui atau buruknya suatu tindakan. Dalam buku (Demokrasi Deliberasf) F. Budi Hardiman menulis Ratio praktis adalah dasar moralitas dan hukum. konsep ratio praktis  Imanuel Kant mengandaikan subjek tindakan sebagai sesuatu yang  menimbang-nimbang secara sendirian apa yang seharusnya dia lakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengedepankan ratio praktis untuk mengkritis permasalahn sosial yang ada, namun tindakan tersebut tidak terlalu optimis bagi banyak orang, karena ratio praktis lebih mengarah pada pandangan pribadi. Ketika ratio praktis jatuh pada pribadi yang belum mengoptimalkan diri, maka kemunafikan itu akan merajalela pada individu. Juergen habermas melihat ratsio praktis sebagai bentuk mengambil keputusannya secara monologal yakni tanpa konsensus dengan subjek-subjek lainnya. 

Di dalam filsafat Aristoteles masih ada hubungan internal antara ratio praktis dan komunitas kultural. Para warga polis, negara kota zaman Yunani kuno, berupaya mencapai kesepakatan untuk menentukan tujuan bersama yang akan mereka wujudkan di dalam kehidupan bersama mereka secara politis. Namun Kant berupaya untuk melepaskan ratio praktis ini dari konteks komunitas dan melucuti  ciri-ciri sosialnya sedemikian rupa sehingga ratio praktis menjadi kemampuan individu belaka. Di sini mendorong subjek untuk melakukan apa saja.  Di dalam realitas hidup kita tolak ukur kemunafikan ini datang dari individu yang berpotensi untuk mementingkan subjek semata. 

Kemampuan subjektif individu  bisa memengaruhi subjek-subjek yang lain, sehingga melihat yang lain sebagai aku. Sebagai filsuf idealis Hegel menerapkan kemampuan individu ini pada ranah sejarah dengan mengandaikan kemampuan subjektif individu itu identik dengan kemampuan subjektif suatu bangsa. Di sini Hegel memperluas konsep ratio immanuel Kant itu dari individu ke seluruh masyarakat.

Individu tidak bisa melawan kekuasan yang besar. Oleh sebab itu pembentukan oraganisasi politik menjadi sangat mudah dalam membuka ruang publik untuk melawan tindakan penguasa sekaligus mempertegas aturan demi mencapai suatu keadilan. untuk memperoleh hidup politik yang akurat adalah dengan menjalankan ideologi terbuka. Seringkali argumentasi politik bisa diredam apabila tidak tidak sesuai tindakannya.

Ideologi seringkali dianggap sebagai ilmu pengetahuan tentang ide-ide, atau study tentang asal-usul berbagai ide. Artinya yang dikenal hanya ide yang ada pada intelek, bukan barang ril yang berada pada intelek atau roh manusia. Manusia dapat menetukan barang-barang melalui jalan rational. 

Marx mengatakan ideologi tujuannya mengekspresikan keinginan kelas dominan. Dalam konteks ini, ide-ide pembentukan ideologi mengartikulasi ambisi, perhatian dan pertimbangan kelompok sosial dominan sebagai cara melindungi dan mempertahankan posisi dominasinya. Hal ini mengangkat martabat penguasa untuk memiliki sistem penuh, karena bagi Marx Ideologi merupakan gagasan yang berkuasa pada suatu masa dan menjadi gagasan dari kelas penguasa. 

Konsep particular dalam ideologi muncul ketika manusia mengalami "skeptisisme" atau ragu-ragu terhadap gagasan yang akan dikemukakan oleh pihak lawan. Ideologi dalam konteks ini merupakan gagasan yang menyelubungi keadaan yang sebenarnya. Sebaliknya konsep total atas ideologi tercipta ketika manusia memberi perhatian pada karakteristik dan komposisi dari struktur total pemikiran sebuah masa atau kelompok yang konkret.

Arend dan Marx memiliki kesamaan dalam memahami konsep ideologi. Pada konteks ini Arend memahami ideologi merupakan gagasan yang menjadi milik penguasa, yang memerlihatkan kedudukan para penguasa dan memegang kekuasaan secara totaliter. Konsep kebencian diganti dengan konsep persekongkolan  (konspirasi). Tetapi pokok dasar dari ideologi itu sendiri yaitu sejarah yang memerlihatkan proses yang selalu berubah. Ideologi berpretensi proses sejarah rahasia-rahasia masa lalu, seluk beluk masa sekarang dan ketidakpastian masa depan.

Di sisi lain ideologi muncul karena manusia kesepian. Kesepian ini muncul karena isolasi diri yang selalu tertutup agar tidak diketahui oleh orang lain. Tetapi sebenarnya kesepian itu adalah pengalaman yang sangat radikal dan menyedihkan karena dia menanggung banyak resiko. Manusia yang kesepian adalah manusia yang tak kehilangan spontanitasnya sehingga ia kemudian melarikan diri dari ideologi.

Jika ideologinya yang diterapkan adalah ideologi yang bersifat  tertutup, maka manusia yang terbentuk adalah makhluk yang hanya bisa bereaksi, dan tidak pernah berinisiatif. Ideologi tertutup melahirkan tirani logika yang pada akhirnya menjebak manusia pada banalitas. Manusia menganggap kejahatan sebagai sesuatu yang biasa dan  wajar.

Mari Mengopi☕☕☕

Oleh: Zambrot Zambrotta
×
Berita Terbaru Update