-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BERIMAN KATOLIK: Vitamin Jiwa

Sabtu, 22 Mei 2021 | 12:42 WIB Last Updated 2021-05-22T05:45:05Z

[…Buah dari keheningan adalah doa. Buah dari doa adalah iman. Buah iman adalah cinta. Buah cinta adalah pelayanan. Kebenaran pelayanan adalah kedamaian…]

Identitas agama seseorang mungkin bisa dilacak dengan mudah namun terlalu sulit untuk menyelami imannya. Ya, Iman itu menempatkan harapan dan kekuatan ke dalam apa yang tidak dapat kita lihat sekarang. Iman dan doa adalah vitamin jiwa; manusia tidak dapat hidup sehat tanpanya. 

Secara verbatim saya mengutip dari KBBI, Iman berarti kepercayaan seseorang akan sesuatu yang berhubungan dengan agama, keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, Kitab Suci dan sebagainya.  Iman juga bisa mengatakan ketetapan dan keteguhan hati serta keseimbangan jasmani dan rohani seseorang. 

Iman adalah substansi dari hal-hal yang diharapkan, bukti dari hal-hal yang tidak terlihat. Iman adalah rangkuman dari harapan dan bukti yang tampaknya terletak pada "hal-hal yang tidak terlihat dan tak terlukiskan". St. Agustinus mengatakan Iman adalah mempercayai apa yang tidak kamu lihat; pahala dari iman ini adalah melihat apa yang kamu percayai. 

Iman Itu masuk ke inti terdalam dari apa artinya menjadi manusia. Iman memberi kita peta jalan untuk maju selangkah demi selangkah di dunia yang serba tidak pasti bahkan ketika kita tidak yakin di mana kaki kita akan jatuh. Iman dengan demikian adalah hal pertama yang harus kita masukkan ke dalam peti harapan, sebut Sarah Ban Breathnach. 

Dalam ajaran Katolik iman itu masuk dalam keutamaan teologal di samping harapan dan kasih.  Apa artinya. Keutamaan teologal memaksudkan sifat dari keutamaan itu yang berhubungan langsung dengan Tuhan sendiri, Pencipta. Keutamaan teologal adalah keutamaan yang menjadikan Tuhan sebagai sasaran langsung, objek formal dan motivasi utama dan pertama dari perbuatan manusia yang berkeutamaan. 

Bagaimana kita memahami iman dalam konteks dan perspektif agama Katolik supaya kita memiliki seperangkat pengetahuan dan bisa menjadi pembanding dengan argumentasi-argumentasi agama lain. 

Iman itu sendiri secara terminologis berasal dari akar kata Semit (Arab) Amn, Aman dan Pisteuo (Yunani) yang berarti teguh, setia. Dalam dunia Perjanjian Lama, Aman atau he emin bisa berarti hubungan timbal-balik, intim, sangat personal dan istimewa antara Tuhan dengan manusia. 
Pemahaman ini mendapat penekanan dalam Perjanjian Baru yakni percaya akan Sabda Tuhan, taat serta memiliki juga unsur kesetiaan. 

Teologi Skolastik yang diwakili St. Agustinus dengan sangat baik membantu kita mengerti dan memahami iman. Menurutnya iman dibedakan menjadi tiga. Pertama, Credere Deum. Artinya percaya bahwa Tuhan itu ada. Kedua, Credere Deo. Artinya, percaya kepada Tuhan mengenai apa saja yang diwahyukan-Nya. Ketiga, Credere in Deum. Artinya, percaya akan Tuhan berupa iman yang hidup dan sudah diresapi oleh cinta kasih. 

Camkanlah, lereng rayuan memang sangat licin dan orang beragama termasuk umat Katolik dapat dengan mudah mengabaikan dan menjual imannya dengan berbagai alasan. Mau mengatakan, iman itu perlu dijaga, sebab iman itu adalah hadiah, gift, berasal dari Allah. Karena berasal dari Allah, maka beriman Katolik itu sangat indah. Iman yang hidup akan bertahan di tengah badai yang paling gelap.

Oleh: Pater Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update