-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

NOSTALGIA INGATAN: Obat Rindu Setiap Perpisahan

Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:06 WIB Last Updated 2021-05-22T07:08:13Z

[Tulisan ini kupersembahkan untuk mereka yang telah kehilangan orang tercinta…]

Seorang anak perempuan pernah berkisah begini, "Aku masih merindukan Ibuku. Kendati dia pergi meninggalkanku 13 tahun yang lalu, jujur saya sangat merindukannya. 

Ketika keluarga kami mengetahui bahwa dia menderita kanker pankreas dan bahwa dia hanya memiliki beberapa bulan untuk hidup, kami buru-buru mengambil beberapa fotonya. 

Salah satu foto yang paling berkesan adalah ketika ibu berdiri di meja dapur, mengenakan sweater biru, di samping vas bunga tulip merah muda gelap. Kubingkai dengan indah dan saya letakkan di meja kopi saya sampai hari ini. 

Begitu banyak ungkapan selamat tinggal dalam hidup kita. Yang diceritkan di atas adalah salah satu yang rumit. Salam perpisahan untuk selamanya. 

Hidup kita penuh dengan datang dan pergi. Banyak perpisahan yang sulit, terutama mereka yang memiliki ketidakpastian untuk kembali dan mereka yang memiliki kepastian untuk  tidak akan kembali.

Dalam lagu hitnya How Can I Help You Say Goodbye, Patty Loveless membuat sketsa perpisahan yang berlangsung seumur hidup — seorang gadis kecil melambaikan tangan kepada sahabatnya saat keluarganya pindah, seorang wanita menangis ketika pasangannya meninggalkannya, dan seorang anak putri di tinggal pergi ibunya untuk selamanya. 

Lagu tersebut merangkum rasa sakit emosional dari cinta dan kehilangan dan mengajukan pertanyaan kritis tentang bagaimana kita mengatasinya. Pergeseran hubungan saat orang masuk dan keluar dari kehidupan kita adalah bagian dari kehidupan. 

Contoh lain yang tercatat dalam bingkai sejarah misalnya para pemuda AS yang ikut dalam Perang Vietnam. Para pemuda ini diembat rasa galau nan mematikan menanti dinas militer Amerika merekrut mereka secara acak. Ketidakpastian yang mendatangkan kecemasan prihal keberlanjutan hubungan romantis dan kekhawatiran tentang kepergian teman dan kerabat.  

Dampak ketidakpastian tersebut tercermin dalam lagu Leaving on a Jet Plane karya John Denver. Sebuah lagu melankolis. Denver mengungkapkan rasa sakit emosional saat mengucapkan selamat tinggal: 

“Mobil sudah menunggu. Sopirnya sudah membunyikan klakson. Aku sudah sangat kesepian, aku bisa mati. Tidak tahu bagaimana kehidupan dapat diubah oleh perpisahan. Aku akan pergi dengan pesawat jet tempur. Tidak tahu kapan saya akan kembali lagi. Katakan padaku bahwa kamu akan menungguku". Benar-benar merinding. 

Tidak semua orang mengatasi kesepian, kehilangan persahabatan, dan hubungan romantis yang gagal dengan baik. Beberapa mencoba untuk berpegangan pada seseorang dengan tetap mengingatnya. Dalam A Way to Survive , Ray Price berujar: “Saya terlalu sering melihat fotomu,  itu membantuku menjaga memorimu tetap hidup. Inilah yang namanya "bernostalgia dalam ingatan". 

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa nostalgia umumnya bermanfaat. Terlepas dari kesedihan perpisahan dan kehilangan, nostalgia ingatan memperkuat ikatan batin kita dan membantu seseorang mengatasi atau bahkan membunuh kesepian.  

Nostalgia telah terbukti mendorong optimisme.  Kita dihibur dan merasa dekat dengan orang yang kita rindukan dengan “mengunjungi” mereka dalam ingatan. Entah melalui foto, entah lewat kata-kata yang pernah diungkapkan. Kenangan nostalgia mengingatkan kita mengapa kita merindukan seseorang.  

Patty Loveless sekali lagi dalam bukunya How Can I Help You Say Goodbye, menulis sang ibu memberitahu putrinya dengan kata-kata peneguhan menjelang akhir hidupnya, “Waktu akan meringankan rasa sakitmu. Hidup adalah tentang perubahan, tidak ada yang tetap sama. Sini biarkan aku memelukmu." 

Rasa sakit yang kita rasakan karena kehilangan seseorang mendorong dan memungkinkan kita untuk saling mendukung. Kerinduan lewat bernostalgia mendorong kita untuk menjangkau mereka kembali. Tuhan menyayangimu.

Oleh: Pater Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update