-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pak Ustadz: Ajarilah Jemaatmu Dengan Kebenaran Ajaran Agamamu

Rabu, 05 Mei 2021 | 11:46 WIB Last Updated 2021-05-05T04:46:02Z
Mendengar salah satu penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat LcMA pada youtube yang diposting pada tanggal 28 December 2016 dengan judul “Mengejutkan, ternyata ini asal usul hari Minggu”, namun diangkat kembali dan diposting kembali kemarin, 03 Mei 2021 oleh akun @darkanger, saya langsung berkata bangga pada diriku sendiri; “Kebenaran Katolik membuat banyak orang bahkan oknum Ustadz sekalipun tergila-gila meski berakhir pada kebohongan.”

Dalam video itu ada dua hal yang ia bicarakan dan jelaskan yaitu kata Gereja dan Hari Minggu yang digunakan oleh umat Katolik Indonesia.

Ustadz mengatakan demikian; 

“Orang kita (pasti orang Indonesia) khan semakin banyak diucapkan semakin berubah pelafalan sesuai dengan konteks pelafalannya. Igreja, igreja, igreja, igreja: gereja sampai hari ini. Jadi igreja itu bukan asalnya dari bahasa Indonesia, itu serapan dari bahasa Latin.”

Dari pernyataan Ustadz ini menunjukan bahwa ia sendiri tidak paham apa-apa tetapi rela membodohi dan membohongi jemaat yang mendengarnya.

Pak Ustadz, dalam Gereja Katolik, setiap istilah yang digunakan memiliki asal usul yang diterangi dalam kerangka refleksi Biblis dan Teologis serta Pastoral yang tidak terlepas dari penghayatan dan pengungkapan iman umat Katolik. Jadi bukan asal comot dan mencocokan sana sini seperti ilmu cocokologi pak Ustadz.

Kata Gereja berasal dari bahasa Yunani; “Ekklesia” dan dalam bahasa Ibrani Qahal yang berarti kumpulan orang-orang atau komunitas untuk berdoa. Dalam bahasa Latin adalah Ecclesia dan dalam bahasa Portugis Igreja.

Dengan mengatakan bahwa penggunaaan kata Gereja oleh umat Katolik (Indonesia) merupakan serapan dari bahasa Latin; “Igreja” itu saja sudah salah besar. Karena kata Gereja dalam bahasa Latin adalah Ecclesia dan bukan Igreja. Igreja sendiri berasal dari bahasa Portugis.

Dalam konteks Indonesia, kata Igreja dibawa dan dipopulerkan oleh para Misionaris Portugis. Dan umat Katolik menggunakan kata Gereja bukan karena soal pelafalan tetapi merupakan terjemahan dari berbagai dokumen Gereja termasuk Kitab Suci ke dalam bahasa Indonesia.

Dalam pengertian Teologis Biblis, Gereja pertama-tama bukan soal bangunan. Gereja pertama-tama menunjuk pada kumpulan jemaat dari orang-orang yang sudah dibaptis, yang disatukan dalam iman sejati yang satu, dalam liturgi dan sakramen-sakramen yang sama,  di bawah otoritas Paus dan para uskup dalam persekutuan dengan Paus.

Katekismus Gereja Katolik (752) menjelaskan:

“Dalam pemakaian Kristen, “Gereja” berarti pertemuan liturgis (bdk. 1Kor 11:18; 14:19.28.34.35), tetapi juga jemaat setempat(bdk. 1Kor 1:2; 16:1) atau seluruh persekutuan kaum beriman (bdk. 1Kor 15:9; Gal 1:13, Flp 3:6). Ketiga pengertian ini tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain. “Gereja” adalah umat yang Allah himpun di seluruh dunia. Ia terdiri dari jemaat-jemaat setempat dan menjadi nyata sebagai pertemuan liturgis, terutama sebagai pertemuan Ekaristi. Ia hidup dari Sabda dan dari Tubuh Kristus dan karenanya menjadi Tubuh Kristus.”

Semoga penjelasan singkat tentang Gereja ini, paling tidak membuat pak Ustadz tercerahkan.

Pernyataan kedua pak Ustadz tentang hari Minggu juga menunjukan sebuah penyesatan pengetahuan untuk tidak mengatakan bahwa pak Ustadz menyebarkan hoax. 

“Dalam kepercayaan Katolik dulu, kalau beribadah tidak langsung menyembah Tuhannya tetapi melalui perantara, orang suci yang disebut dengan santa. Dulu yang dijadikan wasilah adalah santa Dominggo. Kemana? Nyembah santa Dominggo. Tipikal orang kita (Indonesia) sampai hari ini nggak suka dengan yang panjang-panjang pak. Santa Dominggo, Dominggo, Dominggo, Dominggo, Dominggo, Minggo, Minggo, Minggo, Minggo: Minggu. Munculah hari Minggu.”

Setelah mendengar pernyataan pak Ustadz ini, untuk kedua kalinya saya berkata bangga pada diriku sendiri; “Kebenaran Katolik membuat banyak orang bahkan oknum Ustadz sekalipun tergila-gila meski berakhir pada kebohongan.”

Pak Ustadz baca baik-baik ya. Penetapan setiap istilah termasuk kata hari Minggu dalam Gereja Katolik tetap dalam kerangka refleksi Biblis dan Teologis serta Pastoral. Di dalam Gereja Katolik tidak ada Santa Dominggo. Yang ada adalah Santo. Santa itu untuk orang kudus perempuan dan santo untuk orang kudus laki-laki. Jadi ketika Ustadz mengatakan Santa Dominggo itu salah besar.

Kata hari Minggu sendiri itu berasal dari kata Portugis “Dominggo”. Sementara kata “Dominggu” berasal dari kata Latin “Dies Dominica” yang berarti hari Tuhan. Istilah “hari Tuhan” mengacu pada teks Wahyu 1,10-11: “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku, suatu suara nyaring seperti bunyi sangkakala…”

Jadi bukan soal pelafalan. Maaf seribu Maaf ya pak Ustadz, di Katolik tidak pernah mengenak ilmu cocokologi. 

Semoga penjelasan singkat ini mencerahkan pak Ustadz termasuk permenungan, merenung dan bertanyalah pada kami, tidak usah malu-malu pak, agar tidak menyebarkan penyesatan hanya karena suka mengutak atik ajaran Katolik.

Ajarilah jemaatmu dengan kebenaran ajaran agamamu tanpa harus menyesatkan jemaatmu dengan mengajarkan ajaran agama lain termasuk Katolik yang justru memalukan diri sendiri pada akhirnya. Salam damai dan waras.

Sumber: 
Apa Arti Gereja; katolisitas.org
Asal Usul dan Arti Kata Gereja; pendalamanimankatolik.com

Manila: 04-Mei 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update