-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pastor "Kaka Enda", Dompet Ini Jadi Kenangan

Rabu, 05 Mei 2021 | 11:51 WIB Last Updated 2021-05-05T04:51:25Z
Setiap berdoa, satu yang kupinta pada Tuhan, anugerah kesembuhan, mujikzat penyembuhan terjadi padamu melalui Bunda Maria dan Venerabilis Pater Berthier. Karena sapaanmu padaku penuh keramahan dan persaudaraan; “Tuan Kopong, Kopong Tuan” masih ingin kudengar.

Setiap kali membuka Whatshapp, selalu ada ketakutan dan kekuatiran mendapatkan pesan masuk dari Propinsial atau konfrater lainnya yang mengabarkan keadaanmu. Aku hanya berharap bahwa pesan yang masuk adalah pesan membahagiakan tentang perkembangan kondisi kesehatanmu. Aku tak ingin membacanya itu karena masih berharap penuh iman dalam doa bahwa engkau selamat dan sembuh. Dan pagi ini, pengumuman itu harus kuterima meski duka dan kesedihan menyesakan hatiku mengingat persudaraan kita yang tak kenal batas usia.

Ketika berkumpul dan berceritera dan bercanda bersama kami, engkau bagai teman seangkatan kami walau usia bahkan usia tahbisan kita sangat jauh. Dalam kebersamaan itu, ketika pada kapitel 2019, kupanggil engkau “Kaka Enda” lantaran sebuah lagu berasal dari Timur yang menjadi lagu joget engkau usulkan untuk diputar agar kita bisa berjoget bersama pada malam penutupan kapitel 2019.

Akhirnya dalam setiap kebersamaan dan canda kita meski melalui gurauan di whatshapp group, kami pun memanggilmu dengan “Kaka Enda” dan kami tahu, sayapun tahu bahwa engkau tidak marah namun membalasnya dengan candaan.

Aku juga masih ingat, ketika dalam perjalanan dari Banjarbaru menuju Balikpapan setelah pekan MSF Kalimantan di Banjarbaru pada tahun 2008. Ketika sudah berada di dalam pesawat, saya dan alm, Pastor Maratmo sepakat untuk mengerjai dirimu.

Saat para pramugari Sriwijaya Air, menawarkan barang dagangan di dalam pesawat, saya mengambil dompet dan pastor Maratmo mengambil topi. Setelah kami mengambil, serempak kami mengatakan kepada pramugari bahwa yang membayar adalah yang disamping saya yaitu Padre. Kamipun memperkenalkan Padre sebagai ekonom kami.

Padre, sejujurnya saya, kami semua belum rela Padre pergi mengikuti jejak Padre Maratmo, Padre Lucas, Padre Teddy dan Padre Uzat. Kami masih mengharapkan candaan dan kebersamaan kita mewarnai hari-hari kita sebagai seorang MSF Propinsi Kalimantan. Namun harapan kami menjadi Kehendak Allah yang terbaik bagi Padre, agar dari surga Padre mencurahkan berkat Allah, menyejukan dan menguatkan kami semua.

Meskipun Padre pergi namun Padre tetap ditengah-tengah kami. Padre tetapi di sini, ketika dompet ini menjadi bukti bahwa Padre pergi untuk menemani ziarah pelayanan dan panggilanku bersama lantunan musik kaka enda mengiringi hari-hari hidupku untuk tetap mengenangmu dalam doa. Doakanlah kami Pastor “Kaka Enda”- Padre Salianus Hendy Saputra MSF.

Manila: 05-Mei 2021
Padre Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update