-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Untukmu Kolegaku, Rekan Imamku: Meminta Maaf Lebih Mulia, Daripada Sekedar Klarifikasi

Sabtu, 29 Mei 2021 | 17:38 WIB Last Updated 2021-05-29T10:44:25Z

Kolegaku, rekan imamku…
Apakah engkau tahu dan merasakan betapa umatmu, orang-orang mudamu terus “berperang” membela iman dan ajaran Gereja atas sepenggal kalimatmu yang engkau lontarkan?

Apakah engkau tahu dan merasakan betapa sakitnya Bunda Gereja karena bulyan dan serangan bertubi-tubi dari pihak lain hanya karena sepenggal katamu yang dibungkus dalam sebuah harapan mengatasnamakan solidaritas namun menabrak dogma Gereja?

Kolegaku, rekan imamku…

Apakah engkau tahu dan merasakan bagaimana sebagian besar umatmu dan orang-orang mudamu yang taat dan setia pada ajaran Gereja Katolik, hari-hari ini terus berjuang menjawab setiap hujatan dari pihak lain hanya untuk melindungi Bunda Gereja dan dirimu?

Apakah engkau tahu dan merasakan bahwa setiap hujatan yang ditunjukan kepadamu bahkan dari umatmu sendiri, akupun sebagai kolega dan rekan imammu ikut merasakan sakit dan malu?

Kolegaku, rekan imamku…

Saya hanya seorang misionaris dan pastor paroki yang tak bisa merangkai kata-kata indah bahkan tak mampu membuat argumentasi ilmiah panjang lebar sepertimu adalah untuk sebuah klarifikasi sebagai perisai untuk melindungi diri dan membiarkan Bunda Gerja dicemooh.

Bahkan untuk mengajarimu pun saya merasa tak berarti dihadapanmu karena siapakah aku yang hanya seorang pastor paroki biasa ini? Namun karena rasa cintaku pada Bunda Gereja dan sebagai sesama rekan imam, saya hanya mengajakmu untuk sedikit rendah hati meminta maaf kepada umatmu, kepada Bunda Gereja.

Bahwa klarifikasi memang telah engkau berikan namun tidak bisa menjadi sebuah pembenaran bahwa pernyataanmu itu adalah benar adanya. Pun pula, dengan meminta maaf bukan berarti Anda kalah, tetapi sebuah pengakuan telah melukai umat dan Bunda Gereja yang adalah Ratu kita para imam.

Kolegaku, rekan imamku…

Lebih terhormat dan mulia adalah sebuah permintaan maaf tulus darimu yang dengan permintaan maafmu itu memancarkan kebijkasanaan dan kerendahan hatimu daripada sebuah lembaran klarifikasi tidak akan pernah membalikan pernyataanmu itu sebagai sebuah kebenaran apapun alasannya.

Kolegaku, rekan imamku…

Itu saja permintaanku sebagai satu kolega, rekan imam dan putera-putera Ratu para imam.

Manila: 29-Mei 2021
Pater Tuan Kopong MSF.
×
Berita Terbaru Update