-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

๐™๐™ช๐™๐™–๐™ฃ ๐™‡๐™ž๐™—๐™ช๐™ง ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™๐™ช๐™๐™–๐™ฃ ๐™๐™ž๐™™๐™ช๐™ง?

Minggu, 27 Juni 2021 | 10:42 WIB Last Updated 2021-06-27T03:48:40Z
Putaran tema pertemuan ganda dalam Injil Minggu ini adalah soal Iman. Ada iman seorang wanita yang menantang larangan soal kenajisan. Ia menyentuh ujung jubah Yesus dan menemukan dirinya disembuhkan dan diselamatkan. Lalu ada iman Yairus yang menjatuhkan dirinya di kaki Yesus untuk memohon kesembuhan putrinya. Anak Putrinya disembuhkan dan diselamatkan. Penginjil Markus bisa saja dengan sengaja menampilkan tokoh protagonis dari kisah iman ini dengan figur wanita. Sudah menjadi ciri khas dalam sastra Yahudi untuk menampilkan wanita sebagai figur rakyat. Karakter wanita yang ditampilkan juga anonim. Tapi ada kesamaan istilah soal “anak perempuan” dan angka 12, jumlah kepenuhan, yakni: selama 12 tahun wanita malang itu menderita pendarahan dan gadis yang sekarat itu juga berusia 12 tahun.

Tema iman dari perjumpaan ganda ini bisa saja bergerak dari rasa tanya kita manusia pada diri sendiri: jika Tuhan itu baik mengapa ada penderitaan? Mengapa ada penyakit? Mengapa ada kematian? Kita lihat Yairus yang adalah salah satu pemimpin sinagoga Kapernaum, seorang pria beriman, namun dalam menghadapi penderitaan putrinya, ia seolah mengalami krisis. Semua doanya tidak berfungsi untuk memperkuat imannya. Yang harus dia lakukan adalah melemparkan dirinya ke dekat kaki Sang Guru.

Yesus tidak akan menjelaskan alasan rasa sakit itu tetapi akan mewartakan kabar baik tentang Allah yang berbagi rasa sakit dan derita dengan kita.  Dan ada dua tindakan Yesus untuk berbagi rasa sakit dan derita ini dengan membiarkan diriNya disentuh dan menyentuh: Yesus disentuh oleh si wanita sakit pendarahan. Sebuah sentuhan tanpa disadari. Menyentuh tanpa menyadari. Yesus menjadi daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang. Banyak yang mendekati tapi hanya satu yang menyentuhnya.  Lalu Yesus menyentuh “mayat” Putri Yairus. Sentuh dengan sadar. Menyentuhnya dengan menyadari. Menyentuh adalah gema suara dari kata kerja mencintai.

Sekali lagi Yesus menyentuh dan membuat diri-Nya disentuh oleh mereka. Dia tidak takut tertular kenajisan; sebaliknya, itu menunjukkan bahwa Tuhan menyucikan yang sakit, najis dan  tidak murni. Inilah sebabnya mengapa Yesus membiarkan orang menyentuhnya, melakukan kontak dengan tubuhnya.

Lalu apa Kabar baik bagi kita di hari Minggu ini? Untuk kita apa pun potongan rasa sakit dan derita yang ada dalam diri kita, Tuhan mengulangi: Hidupmu tidak mati tetapi tertidur. Talita Kum, bangunlah! Tuhan tidak pernah libur untuk ada bersama kita. Tuhan juga tidak pernah tidur untuk berjaga bersama kita. Talita Kum, bangunlah!

«๐“๐ฎ๐ซ๐›๐š ๐ฉ๐ซ๐ž๐ฆ๐ข๐ญ, ๐ข๐ฅ๐ฅ๐š ๐ญ๐š๐ง๐ ๐ข๐ญ» (๐€๐ ๐จ๐ฌ๐ญ๐ข๐ง๐จ)
"๐ค๐ž๐ซ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ง๐š๐ง ๐ฆ๐ž๐ง๐๐จ๐ซ๐จ๐ง๐ , ๐๐ข๐š ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐ž๐ง๐ญ๐ฎ๐ก"

Oleh: Pater Dody Sasi, CMF
×
Berita Terbaru Update