-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Karya Kerasulan Selama Masa Novisiat

Jumat, 11 Juni 2021 | 16:26 WIB Last Updated 2021-06-11T09:26:28Z

Beberapa hari yang lalu ada seorang teman, anggap saja dia calon magister (pembimbing) novis bertanya soal kegiatan kerasulan selama masa novisiat. Isi pertanyaan yang masih tersimpan di pesan WhatsApp saya, demikian: Apakah kegiatan kerasulan diperbolehkan selama masa novisiat? Dalam program masa novisiat kami, ada tiga bulan masa “exposure” ke komunitas misi sebelum selesainya "tahun kanonik" 12 bulan masa novisiat?

Bila pertanyaannya boleh apa tidak maka jawaban singkatnya Ya, boleh. Kita lihat sejenak satu kutipan nomor kanon KHK kita. Kan.648§2 memberi catatan: “Untuk menyempurnakan pembinaan para novis, disamping waktu yang disebut dalam § 1, konstitusi dapat menentukan waktu latihan kerasulan, satu kali atau lebih, yang dilakukan di luar komunitas novisiat.” Kegiatan kerasulan ini bisa ditambahkan ke dalam 12 bulan selama masa novisiat. Biasanya pembimbing novis dan tim pembina dapat mengusulkan program-program selama masa novisiat untuk disetujui oleh Superior. Namun, tiap kerasulan dan pekerjaan selama masa novisiat harus sesuai dengan tujuan masa novisiat, karena para novis tidak boleh melakukan tugas-tugas baik studi atau kerja yang tidak secara langsung berkaitan atau mendukung formasi di masa novisiat. Kan. 652§ 5 mengingatkan kita bahwa: “Masa novisiat yang disebut dalam kan. 648, § 1 hendaknya dimanfaatkan benar-benar untuk tugas pembinaan, oleh karena itu para novis jangan disibukkan dengan studi dan pekerjaan yang tidak secara langsung mendukung pembinaan itu”.

Kegiatan kerasulan yang dibuat selama masa novisiat harus sejalan dengan nafas dan DNA kerasulan tarekat, bisa saja ditempatkan setelah selesainya 12 bulan yang ditentukan atau dapat disisipkan di antaranya. Kegiatan kerasulan ini juga bisa  dilakukan di salah satu rumah atau komunitas milik kongregasi atau bahkan bisa juga di luar. Bisa dibuat per kelompok atau perorangan untuk satu periode atau lebih.

Akhirnya, saya tidak melihat masalah kanonik yang muncul dengan penyisipan kegiatan karya kerasulan selama tiga bulan di antara periode 12 bulan, tahun kanonik selama masa novisiat. Semoga Berguna.

Terima Kasih.
Oleh: Pater Doddy Sasi, Cmf
×
Berita Terbaru Update