-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

OMK Misionaris Perdamaian (Resensi Buku)

Senin, 14 Juni 2021 | 11:26 WIB Last Updated 2021-06-14T05:05:46Z

Melihat orang muda,  melihat energi dan gerakan perubahan yang terjadi di dunia ini. Orang Muda adalah motor perubahan. Lihat saja,  Orang muda dalam sejarah Indonesia sebagai avand garde menentukan dan membuat perubahan yang sangat signifikan. 

Mereka adalah pejuang kemerdekaan. Mereka adalah  intelektualitas yang berjuang demi kemerdekaan. Dan mereka seringkali berada di garis paling depan untuk menggugat dan mendobrak status quo.  

Dibelahan dunia lainnya,  Arab Spring misalnya,  juga kita lihat bagaimana kekuatan reformatif itu berada di pundak Orang Muda.  Begitu pula yang terjadi di Myanmar sekarang ini, seperti 1998/1999 di Indonesia.  Orang muda selalu menjadi tombak dan panah pendobrak. 

Paus Fransiskus tahun 2018 mengeluarkan sebuah dokumen yang sangat bagus untuk orang muda yaitu Christus Vivit. Christus Vivit mau menegaskan bahwa Yesus adalah orang muda dan selalu muda sepanjang masa, menjadi inspirasi dan kekuatan spiritual Orang Muda sepanjang abad. Yesus adalah Misionaris Bapa pembawa perdamian. 

Bertitik tolak dari energi dan roh orang muda itu,  Pater Kopong MSF menulis sebuah buku " OMK Misionaris Perdamaian". Buku bersampul biru langit cerah ini meresonansikan kebutuhan Gereja dan masyarakat akan orang Muda.  Orang Muda adalah gairah kehidupan menggereja dan bermasyarakat.  

Menyetir dari pengalaman nyata perjumpaan dan pastoral bersama orang muda,  Pater Kopong mengajak orang Muda untuk bersama Gereja membangun ekosistem kehidupan yang penuh perdamaian,  solider dan berjejaring. 

Ya, tentu saja ini sebagai antitesis dari realitas di Indonesia yang mana para pelaku aksi teroris rata-rata orang muda. Ini sangat disayangkan terjadi pada generasi emas yang menyonsong momentum bonus demografi pada tahun 2030 an mendatang. 

Dengan pengalaman nyata relasional dan refleksi bersama orang muda,  Pastor Kopong terpanggil untuk membukukan pengalamannya.  Pengalaman ini kemudian dipertajam oleh refleksi dan perspektif dokumen-dokumen Gereja dan ilmu teologis. 

Maka sebagai insan intelektual dan generasi muda yang keren dan diandalkan,  sudah seharusnya orang muda banyak mengkonsumsi "jamu-jamu otak" yang mendorong energi vitalitasnya untuk berkreatif tanpa melupakan spiritualitas atau rohaninya. Yupz,  Berkreatif tanpa batas,  tapi jangan lupa mengakar pada spiritalitas mu yaitu Katolik atau agamamu.  

Mari membaca buku ini dengan secangkir kopi.  OMK Misionaris Perdamaian dari Pater Kopong MSF,  misionaris di Filipina dan menjadi pastor Orang Muda di salah satu Kevikepan di Keuskupan Novaliches. 

Baca  Yuk!

Oleh: Pater Tarsy Asmat MSF
×
Berita Terbaru Update