-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pater Tuan Kopong: Masalah Itu Inspirasi

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:03 WIB Last Updated 2021-06-10T17:03:49Z


Kemarin (8 Juni 2021) setelah keliling menjual lilin kepada umat untuk tambahan pemasukan bagi paroki, karena ikut terkena dampak covid 19, sambil menikmati teh panas saya kemudian merenungkan bahwa setiap masalah yang dihadapi sejatinya adalah Inspirasi.

Masalah itu inspirasi karena kemudian menggerakan dan melahirkan kreativitas sebagai solusi untuk keluar dari masalah tersebut. Ditengah kondisi pandemi covid 19 yang pada akhirnya memaksa beberapa paroki termasuk paroki yang saya layani di keuskupan tempat saya bekerja untuk sementara walau tidak tega terpaksa merumahkan karyawan atau memberlakukan jam kerja setengah hari bagi karyawan karena kondisi keuangan yang ikut mengalami krisis memberikan inspirasi kepada saya dan beberapa umat untuk melakukan gerakan kreativitas sebagai solusi untuk mempekerjakan karyawan yang dirumahkan atau kerja full time bagi mereka yang untuk sementara bekerja setengah hari saja.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan momentum Father’s day yang dirayakan pada tanggal 20 Juni 2021 dengan menjual lilin dari rumah ke rumah namun juga menjadi kesempatan kunjungan umat. Atau berkolaborasi dengan dewan keuangan paroki dan DPP melakukan pendekatan dengan mereka yang berkelebihan untuk memberikan sedikit berkat mereka bagi paroki. 

Dari pengalaman sederhana ini saya kemudian menemukan demikian bahwa masalah dalam keluarga tidak akan membuat pertengkaran suami istri hingga kadang berujung perpisahan ketika TIDAK ADANYA SIKAP SALING MEMPERSALAHKAN yang kemudian ikut menambah daftar jumlah masalah baru. Sikap saling menyalahkan dan kadang berujung pada perpisahan adalah sikap yang menambah daftar jumlah masalah baru.

Maka ketika ada masalah yang dihadapi pasangan suami istri, yang seharusnya dilakukan adalah menemukan solusi pada diri masing-masing. Misalnya ketika suami sedang berbicara, istri mendengarkan dan sebaliknya atau mengkonsultasikan dengan pastor paroki atau yang dianggap bisa membantu mencarikan solusi.

Demikian juga dengan masalah yang dihadapi oleh para imam mengenai kaul atau ketaatan. Aturan Gereja baik itu terkait perkawinan ataupun perayaan Ekaristi tidak akan pernah dianggap sebagai sebuah masalah dan kemudian membuat kreativitas yang menyalahi aturan menunjukan bahwa yang bermasalah bukan aturannya tetapi kita sendiri yang bermasalah dengan ketaatan. Mau misa dengan lagu dan kotbah yang monoton sekalipun tidak menjadi masalah kalau ada solusi yang ditemukan yaitu memberikan KATEKESE dan bukannya mengubah sesuai selera imam.

Kecintaan umat pada Ekaristi dan sungguh dihayati oleh umat dalam kehidupan sehari-hari bukan karena soal lagu atau kotbah imamnya tetapi pertama-tama adalah usaha seorang imam untuk memberikan katekese yang benar tentang Ekaristi itu sendiri demikian juga dengan hukum atau pedoman yang lain.

Singkatnya, sebuah masalah tidak akan pernah melahirkan masalah baru ketika masalah itu menjadi inspriasi untuk menciptakan kreativitas dalam menemukan solusi (bdk. Mrk. 5:28-29). Sebaliknya masalah hanya menyisahkan masalah itu bukan karena masalah itu sendiri, melainkan karena kita sendiri yang bermasalah atau bahkan menjadi pencipta masalah.

Manila: 10-Juni 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update