-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pater Tuan Kopong MSF: Perjumpaan Adalah Kotbah Yang Hidup

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:16 WIB Last Updated 2021-06-22T04:39:43Z

Saya sangat mengenal baik dia meskipun kami berbeda agama dan keyakinan. Dan baru sore tadi (Jumad, 18/6/2021) saya menelphon dia sekedar berceritera. Setelah beberapa menit berceritera dan bercanda, iapun menangis seraya berkata kepada saya;

“Jangan marahi saya, karena sudah dua tahun ini saya mengikuti misa di gereja Katolik.” 

Saya kaget dan bertanya kepadanya; “kamu serius?” Iya, saya serius, jawabnya.

Saya mencoba menenangkan dia seraya berkata kepadanya; “jika itu benar keputusanmu yang membuatmu bahagia dan merasakan kedamaian, jalanilah itu. Tetapi saya tidak setuju jika keputusanmu itu karena persahabatan kita atau karena pacaran dengan yang seagama dengan saya.”

Ini adalah murni keputusan saya. Bukan karena persahabatan kita maupun karena soal pacaran. Saya tahu bahwa selama ini pastor sangat menghargai dan mendukung saya untuk taat menjalani ibadah sesuai agama yang saya anut, maka baru malam ini saya beritahukan kepada pastor. Saya takut pastor marah, jelasnya.

Saya tidak marah, karena sayapun tidak pernah memaksamu. Yang paling penting itu adalah keputusanmu berangkat dari pengalaman akan Tuhan dalam hidupmu dan pengalaman perjumpaan dengan sesama umat Katolik yang meneguhkan dan menguatkanmu. Jalani dan hidupilah keputusanmu itu dengan sungguh-sungguh kalau keputusanmu itu memberikan kedamaian dan kedekatan dengan Yesus untuk merasakan kebaikan dan kasih Allah, ungkapku.

Pengalaman sore ini merupakan pengalaman keempat yang menyadarkan saya bahwa ke-Katolik-an adalah Perjumpaan sebagai Kotbah yang hidup. Perjumpaan dan persahabatan adalah “tanah misi” dimana ajakan Yesus untuk masuk ke tempat yang lebih dalam menjadi nyata (bdk. Luk 5:4). Menjadikan perjumpaan dan persahabatan sebagai ruang di mana kita menghidupi dan mewartakan kebaikan dan kebenaran ajaran Katolik: kasih, pengampunan, solidaritas dalam tindakan dan perbuatan dan bukan dengan kata-kata.

Media sosial khususnya FB menjadi “lautan” perjumpaan dimana kita menebarkan jala iman melalui sharing dan kesaksian hidup iman akan Kristus dan Kristus sendirilah yang menangkap atau menjala mereka. 

Bahkan saya menyadari bahwa penderitaan, penindasan dan bahkan fitnah dan hinaan yang diarahkan kepada Gereja Katolik adalah jalan misi bagi kita umat Katolik untuk mewartakan kebenaran ajaran-ajaran Kristus: kasih, pengampunan, doa, solidaritas dan harapan sekalipun itu dalam bahasa kritikan yang mencerahkan yang pada akhirnya membuat mereka menemukan bahwa melalui kesaksian hidup iman kita yang benar kepada Yesus Kristus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6) sejatinya Dia sendirilah yang menyapa dan menjumpai mereka.

Manila: 19-Juni 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update