-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PENGHINAAN: Penunggang Kuda Kiamat

Rabu, 30 Juni 2021 | 11:11 WIB Last Updated 2021-06-30T04:11:18Z

Profesor emeritus psikologi dari University of Washington, John Gottman pernah menggunakan istilah "Empat Penunggang Kuda Kiamat" untuk menunjuk empat ancaman terbesar dalam setiap hubungan; Kritikan, pembelaan diri, penolakan dan penghinaan. Menurutnya yang paling ditakuti adalah  ancaman "penghinaan". 

Berbeda dari kemarahan atau kebencian, penghinaan dalam konteks ini berarti "perasaan yang tak terseberangi" terhadap pasangan sendiri bahwa dia tidak layak untuk dihormati, hanya pantas dicemooh dan dikutuk; di bawah semua pertimbangan. Dianggap bodoh, kotor, tidak diinginkan dan jelek. Pasangan yang mengalaminya pasti terkoyak ruang batinnya. 

Penghinaan adalah hasil dari keengganan untuk memulai percakapan yang sulit, atau ketika pasangan gagal mendengar kejujuran seseorang ketika itu dimotivasi oleh komitmen terhadap kesejahteraan hubungan.  

Penghinaan memang kinerjanya melambat.  Dia tidak datang secara tiba-tiba. Namun dia akan makin sering muncul bila kuali penolakan, kekecewaan, dendam, kemarahan, atau sakit hati sudah mendidih, panas. 

Penghinaan berpotensi mengikis fondasi hubungan, memperdalam ketidakpercayaan, dendam, kecemasan , kekecewaan, dan jarak.  

Saat hubungan mulai 'hijrah'  ke wilayah penghinaan, itu seperti bersiap menuju tempat penyaliban. Sangat tertekan. Sebab salah satu atau kedua pasangan tidak melihat solusi selain pergi atau terus mencoba menoleransi hubungan tanpa cinta. 

Ingatlah bahwa menoleransi situasi di mana pasangan dihina terus-menerus itu akan menyebabkan kebuntuan berpikir kritis serta kerusakan parah pada tubuh, hati dan jiwanya. 

Dibutuhkan keberanian untuk menggambar kekayaan cinta yakni pasangan yang berdiri saling berhadapan, saling menatap, mengalami kebahagiaan dan terkoneksi satu sama lain. Akan ada air mata karena sangat tersentuh oleh cinta yang dibangun bersama. 

Kasih sayang bukan hanya perasaan tetapi berusaha mengubah situasi. Seringkali orang berpikir bahwa kasih sayang dan cinta hanya bersifat sentimental. Tidak! Mereka sangat menuntut. Jika ingin berbelas kasih, bersiaplah untuk bertindak.

Oleh: Pater Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update