-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pesan Paus Fransiskus Untuk Para Imam: Kelemahan Adalah Kesempatan Untuk Bertemu Dengan Tuhan

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:11 WIB Last Updated 2021-06-11T10:11:25Z

Imam Bukan Superman

Pada tanggal 7 Juni 2021, Paus Fransisku menerima sekelompok imam muda (20 imam) dari Prancis yang akan melaksanakan studi teologi di Roma. Dihadapan para imam muda ini Paus Fransiskus mengatakan bahwa kelemahan adalah kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan dan tidak ada sesutupun yang bisa mereka atasi dengan kekuatan sendiri.

Kerapuhan saya, kerapuhan kita masing-masing adalah sebuah tempat perjumpaan teologis dengan Tuhan. Para imam yang merasa diri “superman” semuanya akan berakhir buruk. Imam yang rapuh adalah yang mengetahui kelemahannya dan membicarakannya dengan Tuhan akan baik-baik saja.

Pada kesempatan ini Paus Fransiskus mendorong para imam yang sedang belajar di Roma untuk menjadi gembala yang selalu bertindak dalam pelayanan umat Katolik yang dipercayakan kepada mereka.

Menanggalkan Ide-ide Pribadi

Paus Fransiskus mengajak para imam agar melepaskan diri dari ide-ide yang sudah terbentuk sebelumnya, mimpi-mimpi besar, penegasan diri sendiri dan menempatkan Tuhan dan manusia sebagai pusat perhatian sehari-hari.

Oleh karena itu Paus mengingatkan agar para imam tidak menempatkan diri sebagai “intelektual” diatas identitas sebagai seorang “gembala.”

“Kalian akan menjadi seorang imam dalam berbagai hal namun selalu berada ditengah-tengah umat Allah. Studi yang dilaksanakan diberbagi universitas di Roma mempersiapkan kalian tugas-tugas kalian di masa mendatang sebagai imam dan memungkinkan kalian untuk lebih menghargai realitas dimana kalian dipanggil untuk mewartakan sukacita Injil.”

Hidup Bersama

Pada kesempatan itu Paus Fransiskus juga mengajak para imam untuk merefleksikan hidup bersama. Paus mengingatkan bahwa godaan untuk menggosip atau menciptakan kelompok yang tertutup akan dapat merusak persaudaraan.

“Semoga kalian selalu menerima satu dengan yang lain sebagai sebuah karunia. Dalam sebuah persaudaraan yang menghidupi kebenaran, ketulusan dalam berelasi dan menghidupi doa, kita mampu membentuk sebuah komunitas dimana kalian bisa menghirup udara sukacita dan kelembutan.”, tegas Paus.  

Paus Fransiskus melanjutkan; 

“Imam adalah seorang manusia yang dalam terang Injil, menyebarkan cita rasa Tuhan di sekelilingnya dan menyalurkan harapan kepada hati yang gelisah: itu seharusnya dilakukan oleh seorang imam,”

Memiliki Selera Humor

Paus Fransiskus mendorong para imam muda untuk tidak takut memimpikan sebuah Gereja yang sepenuhnya melayani setiap anggotanya dan dunia, dengan menyatakan bahwa masing-masing dari mereka telah memiliki kontribusi untuk melakukannya.

“Jangan takut untuk bertindak berani, untuk mengambil resiko, untuk maju karena kalian bisa mengerjakan segala sesuatu bersama Kristus yang memberikan kekuatan kepada kalian. Bersama Dia, kalian mampu menjadi rasul-rasul sukacita, menumbuhkan rasa syukur di dalam diri kalian karena melayani saudara-saudara kalian dan Gereja.”

Paus mengatakan bahwa; memiliki selera humor sebagai seorang imam adalah juga penting sebagai bagian dari sukacita dan termasuk salah satu ciri kekudusan. 

“Seorang imam yang tidak memiliki selera humor, tidak menyukai humor itu berarti ada yang salah. Tirulah para imam yang mampu menertawakan diri mereka sendiri bahkan bayangan mereka sendiri.”

Dan yang paling penting, ungkap Paus Fransiskus;

“Tanamkanlah dalam diri kalian sendiri rasa syukur karena telah melayani saudara-saudara kalian dan Gereja.”

Sumber: CBCPNEWS

Manila: 11-Juni 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update