-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SAAT PASANGANMU MULAI MENJAGA JARAK

Rabu, 02 Juni 2021 | 20:48 WIB Last Updated 2021-06-02T13:48:31Z
[…Risiko cinta adalah kehilangan dan harga kehilangan adalah kesedihan. Tetapi rasa sakit dari kesedihan hanyalah bayangan jika dibandingkan dengan rasa sakit karena tidak pernah mempertaruhkan cinta.…]

Keinginan untuk menyelesaikan konflik dalam suatu hubungan itu sehat. Memperbaiki keretakan dengan mempertahankan kepercayaan dan memungkinkan pasangan untuk merasa baik untuk bergerak maju adalah sebuah pilihan yang tepat. 

Tetapi ketika ada upaya untuk menyelesaikan masalah seringkali membuat pasangan menjauh, menghindar.  Enggan menanggapi atau berpura-pura sibuk dengan urusan di 'luar rumah'. 

Alih-alih berfokus pada masalah, pasangan tersebut mengemukakan "perbuatan baik" di masa lalu untuk memanipulasi pasangannya tersebut agar menghentikan topik pembicaraan. 

Satu dua kali mungkin bisa dimaklumi. Tetapi makin ke sini pasangan mulai cuek, menarik diri atau membela diri dan tiba-tiba 'menjaga jarak'. Di sinilah fajar terbitnya kecurigaan dan kehilangan respek dalam sebuah hubungan. 

Tadinya antusias saat makan bersama di meja makan, penuh canda tawa namun serentak berubah, fokus hanya makanan dan piring.  Kasihan nasinya diplototin terus. 

Kebiasaan-kebiasaan romantis mulai meredup. Jam pulang kerja berubah. Jam tidur berubah. Siapa yang ngantuk duluan. Tadinya satu kamar sekarang memilih "kos dalam rumah". 

Tiba-tiba mulai rajin mencuci baju sendiri, menyetrikanya sendiri dan merapikannya sendiri. Apa-apa sendiri. Ngomong sendiri. Ngomel sendiri. Begitu tau ada acara bersama keluarga cepat-cepat pergi dari rumah dengan alasan kerja. Yang biasanya jarang bertamu ke rumah tetangga sekarang malah makin sering bertamu entah untuk apa. 

Ketika pasangan terus menutup diri dan tidak dapat meninjau kembali suatu masalah tanpa perjuangan besar, bisa dipastikan pasanganmu mungkin memiliki struktur pertahanan yang terlalu kuat dan kaku. Mata hatinya sulit dinyalakan. Dia selalu menyangkal bahwa ada persoalan di depan mata. 

Sebelum terlambat baik bila nyatakan perasaanmu dan identifikasi masalahnya. Misalnya, “Aku mencintaimu, sayang. Aku sangat terluka ketika kamu memihak egomu dan tidak membela rumah tangga kita".

Jika pasanganmu tidak dengan tulus mewujudkan kemampuan ini, mungkin merupakan tanda bahwa hubungan tersebut membutuhkan bimbingan profesional.

Garsa Bambang MSF
×
Berita Terbaru Update