-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Suksesi Apostolik Gereja Katolik

Jumat, 18 Juni 2021 | 11:54 WIB Last Updated 2021-06-18T04:54:13Z

Klaim Gereja Katolik Roma sebagai satu-satunya kelanjutan yang sah dari komunitas yang didirikan oleh Yesus Kristus didasarkan pada suksesi apostolik, iman para rasul. 

Sifat Gereja yang Apostolik itu harus menunjukkan atau menampakkan ciri-ciri rasuli (lih Ef 2:20) karena dibangun diatas para Rasul dan para nabi dengan Kristus sebagai batu Penjurunya serta Petrus sebagai kepada dewan para rasul sebagaimana yang Yesus sendiri kehendaki (bdk Mat 16:18-22). 

Apostolik bukanlah para uskup, melainkan Gereja. Sifat Apostolik berarti Gereja sekarang mengaku diri sama dengan gereja Perdana, yakni Gereja para rasul. Hubungan historis ini jangan hanya dilihat sebagai pergantian orang, melainkan sebagai kelangsungan iman dan pengakuan.

Dengan demikian kelangsungan Gereja tetap terjamin sesuai kehendak Yesus sendiri kepada Gereja-Nya (bdk Mat 28:20). Suksesi Apostolik dalam Gereja perdana bisa kita lihat misalnya diangkatnya rasul Matias untuk menggantikan Yudas Iskariot (Kis 1: 15-26). 

Dalam sejarah perkembangan Gereja, ide suksesi Apostolik pertama kali muncul dalam surat Klemens, Uskup Roma tahun 95 yang menyatakan bahwa para uskup menggantikan para Rasul. 

St. Klemens secara eksplisit menegaskan bahwa para Rasul menunjuk para uskup sebagai penerus mereka dan mengarahkan supaya para uskup ini pada gilirannya harus menentukan penerus mereka juga.  

Pengakuan ini mendapat ekspresi yang lebih lengkap dalam karya-karya Bapa Gereja, khususnya St. Irenaeus pada abad ke-2 yang dalam salah satu tulisannya menentang kaum Gnostik dan Marcionites. 

Irenaeus berpendapat bahwa konsepsinya tentang Kekristenan diturunkan kepadanya dari para rasul yang mengenal Yesus secara pribadi, sementara kaum Gnostik dan Marcionit memutarbalikkan tradisi Apostolik ini. 

Itulah mengapa pada abad ke-3 dan ke-4, masalah perpecahan di dalam gereja diselesaikan dengan menggunakan kekuatan perintah; otoritas apostolik yaitu, kuasa yang dimiliki seseorang  karena penahbisannya sebagai diakon, imam, atau uskup.  

Otoritas apostolik didefinisikan sebagai kuasa untuk mengajar, menyelenggarakan sakramen-sakramen dan untuk memimpin Gereja. Suksesi apostolik dalam pemahaman Katolik divalidasi hanya melalui pengakuan oleh Paus yang berkedudukan di Roma. 

Gereja yang mempertahankan suksesi Apostolik memiliki ciri-ciri antara lain memiliki kesatuan dalam hal iman, ajaran, tata ibadat dan hirarki dimanapun komunitas atau Gereja itu berada. 

Gereja sekarang sama seperti Gereja para rasul, dimana para jemaat bertekun dalam pengajaran para rasul (lih Kis 2:42). Gereja sekarang sama seperti Gereja pada masa Bapa-Bapa Gereja dan akan tetap sama sampai pada akhir jaman.

Suksesi Apostolik berkaitan erat dengan sakramen Imamat. Sakramen ini memungkinkan adanya suksesi Apostolik dan dengan menerima sakramen Imamat dari mereka yang memiliki suksesi Apostolik yang sah maka penerima akan turut ambil bagian dalam Imamat Kristus (secara khusus) sebagai Imam. Karena hal inilah Gereja percaya bahwa tahbisan suci itu benar-benar merupakan suatu Sakramen.

Oleh: Pater Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update