-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tempat dan Makanan (Renungan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 6 Juni 2021)

Minggu, 06 Juni 2021 | 10:04 WIB Last Updated 2021-06-06T03:09:20Z

Episode Injil Markus yang dibacakan pada Hari Minggu Tubuh dan Darah Kristus ini berkisah tentang persiapan Perjamuan malam Terakhir. Tetapi yang menarik dan mengejutkan justru titik perhatian kisah Injil ini lebih tertuju pada persiapan daripada pada perjamuan itu sendiri. 

Kata kerja "mempersiapkan" muncul beberapa kali. Para murid bertanya,: "“Ke tempat manakah Engkau kehendaki agar kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” (Markus 14:12). Yesus mengutus mereka untuk bersiap dengan perintah yang tepat dan mereka menemukan "sebuah ruangan yang besar, lengkap dan tersedia" (ay. 15). Para murid pergi untuk mempersiapkan, tetapi Tuhan sudah bersiap.

Kejadian serupa terjadi pasca kebangkitan, ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid untuk ketiga kalinya: ketika mereka sedang memancing, melaut dan memukat, Yesus menunggu mereka di pinggir pantai, di mana Dia telah menyiapkan roti dan ikan untuk mereka. Tetapi pada saat yang sama ia meminta para pengikutnya untuk membawa beberapa ikan yang baru saja mereka tangkap (bdk. Yoh 21: 6.9-10). Disini tampak bahwa, Yesus mempersiapkan diri terlebih dahulu dan meminta para pengikutnya untuk bekerja sama. Atau, sesaat sebelum Paskah, Yesus berkata kepada para murid: "Aku akan menyediakan tempat bagi kamu [...] supaya kamu juga berada di tempat Aku berada" (Yoh 14:2, 3). Yesuslah yang mempersiapkan, Ia yang meminta kita untuk mempersiapkan diri. ( Mat 24, 44; Luk 12:40).

Saudara-saudariku…singkatnya, Yesus mempersiapkan kita dan juga meminta kita untuk bersiap. Apa yang Yesus persiapkan untuk kita? Ia menyiapkan tempat dan makanan. Tempat yang Yesus siapkan untuk kita adalah sebuah tempat yang jauh lebih layak daripada "ruangan besar yang lengkap dengan perabotan" sebagaimana dikisahkan dalam injil hari ini. Tempat yang Yesus siapkan untuk kita di dunia adalah sebuah tempat yang besar dan luas  yakni Gereja, di mana selalu ada tempat dan  ruang untuk semua orang. Yesus juga menyiapkan bagi kita tempat di atas sana yakni di surga, untuk bersama-sama dengan Dia selamanya. Selain tempat, Ia menyiapkan makanan bagi kita, Roti yang adalah diri-Nya sendiri: "Ambillah, inilah tubuhku" (Mrk 14:22). Dua karunia ini, tempat dan makanan, adalah apa yang kita butuhkan untuk hidup. Keduanya diberikan kepada kita dalam Ekaristi. Makanan dan tempat.

Dalam Gereja, Yesus menyiapkan tempat bagi kita dalam Ekaristi. Ekaristi adalah jantung Gereja yang berdetak, yang membangkitkan, yang meregenerasi, dan memberi kekuatan. Ekaristi juga mempersiapkan kita sebuah tempat di atas sana, dalam kekekalan, melalui Roti surgawi yang kita santap. Roti yang kita santap adalah satu-satunya materi di bumi ini yang benar-benar berbau keabadian. Ini adalah roti masa depan, yang bahkan sekarang membuat kita mengantisipasi masa depan yang jauh lebih besar daripada harapan terbaik mana pun. Roti ini yang memenuhi harapan terbesar kita dan memberi makan impian kita yang paling indah. Roti yang kita santap ini memberi kita janji hidup kekal: bukan hanya janji palsu yang pasif tapi janji yang ditepati, janji yang nyata, janji yang selalu bergerak maju menuju keabadian surgawi. Ekaristi adalah "reservasi" surga. Ekaristi adalah viaticum perjalanan kita menuju kehidupan yang diberkati yang tidak akan pernah berakhir.

Saudara-Saudariku yang dikasihi Tuhan…

Selain tempat, dalam Hosti yang telah dikonsekrasi, Yesus menyiapkan makanan bagi kita. Dalam hidup ini kita memang perlu makanan dan makan tapi bagi saya itu tidak cukup. Kita perlu memberi makan diri kita dengan proyek cinta, kasih sayang, keinginan dan harapan. Sering dalam hidup kita merasa lapar untuk dicintai. Kita lebih puas dengan pujian, prestasi, dan penghormatan. Semua itu indah dan nikmat tapi tidak pernah sepenuhnya memuaskan kita. 

Ekaristi adalah makanan sederhana, seperti roti, tetapi itu adalah satu-satunya yang memuaskan kita, karena ada di sana ada cinta yang besar. Di sana kita benar-benar bertemu Yesus, kita berbagi hidup-Nya, kita merasakan kasih-Nya; di sana kita dapat mengalami bahwa kematian dan kebangkitan-Nya adalah untuk kita. Dan ketika kita menyembah Yesus dalam Ekaristi, kita menerima Roh Kudus dari-Nya dan menemukan kedamaian dan sukacita. 

Saudara dan saudari terkasih, marilah kita memilih makanan hidup ini: marilah kita mengutamakan Misa, marilah kita menemukan kembali adorasi dalam komunitas kita! Kita memohon anugerah untuk menjadi lapar akan Tuhan. Setiap hari kita harus merasa untuk tidak pernah kenyang menerima apa yang Dia persiapkan bagi kita.

Tetapi, seperti para murid saat itu, Yesus meminta kita hari ini untuk bersiap. Seperti para murid, marilah kita bertanya kepadanya: "Tuhan, kemanakah Engkau ingin kami pergi untuk mempersiapkan diri?". Yesus tidak menyukai tempat yang eksklusif dan eksekutif. Dia mencari tempat yang tidak dijangkau oleh cinta dan yang tidak tersentuh oleh harapan. Yesus ingin kita pergi ke tempat-tempat yang tidak nyaman dan meminta kita untuk mempersiapkan perjamuan bersama-Nya. Kita semua tahu dan sadar akan berapa banyak orang yang kehilangan tempat tinggal yang layak dan makanan untuk dimakan! Kita juga tahu dan melihat orang-orang yang kesepian, menderita, terpinggirkan dan teraniaya: mereka adalah tabernakel yang ditinggalkan. Kita semua yang hari ini menerima makanan dan tempat dari Yesus, kita diundang untuk menyiapkan tempat dan makanan untuk saudara-saudari kita yang lebih lemah ini. Yesus yang telah membuat dirinya menjadi roti yang dipecah-pecahkan untuk kita, meminta kita untuk memberikan diri kita kepada orang lain, untuk tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, tetapi untuk sesama yang lain. Inilah cara kita hidup secara Ekaristi: mencurahkan ke dunia kasih yang kita peroleh dari Tubuh dan darah-Nya. Ekaristi dalam hidup perlu diterjemahkan dengan menyampaikan dari saya kepada anda, kepada yang lain.

Sahabat Tuhan Yesus…
Injil melanjutkan, setelah "memasuki kota" (ay. 16), para murid mempersiapkan Paskah. Tuhan juga memanggil kita hari ini untuk mempersiapkan kedatangan-Nya bukan dengan tetap berada jauh-dan di luar, tetapi dengan memasuki pintu kota-kota kita. Frase “memasuki kota” ini bisa saja membuat kita bertanya: Tuhan, pintu apa yang Engkau ingin kami bukakan bagiMu di sini? Yesus ingin tembok ketidakpedulian dan keheningan diruntuhkan, pagar pelecehan dan penindasan disingkirkan, jalan keadilan, kesopanan dan cinta menjadi terbuka. Ekaristi mengundang kita untuk membiarkan diri kita terbawa oleh gelombang Yesus, bukan untuk tetap terdampar di pantai atau kota menunggu sesuatu datang, tetapi untuk berlayar bebas, berani dan bersatu dalam cinta dengan-Nya.

Semoga. Amin.

Selamat Hari Minggu

Oleh: Pater Dody Sasi, CMF
×
Berita Terbaru Update