-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Untukmu Para Petugas Kesehatanku: Maafkanlah Aku

Senin, 28 Juni 2021 | 23:52 WIB Last Updated 2021-06-28T16:52:37Z

Para petugas kesehatanku…

Ketika aku sakit, kalian orang pertama yang aku cari. Namun ketika kalian bertaruh nyawa bahkan menghembuskan nafas terakhir di medan pengabdianmu, aku seakan tak peduli, diam dan bahkan seuntai kata mendoakanmu mungkin sering kulupakan.

Ketika aku sakit, kalian selalu mengunjungi dan menanyakan perkembangan keadaanku. Namun sakitmu dan kematiaanmu hanya menjadi sebuah bahasa kebisuanku bahkan dalam kebisuanku aku justru semakin memperbanyak dan memperberat resiko pengabdianmu.

Aku minta maaf pada kalian, walau dengan permintaan maafku tidak akan pernah menyelamatkan kalian dari resiko pengabdian yang sedang kalian lakukan pada hari-hari genting ini.

Aku meminta maaf pada kalian karena kadang aku tidak tegas pada diriku sendiri bahkan tidak taat mengikuti aturan. Atas nama memimpin misa, aku melepaskan masker yang sejatinya melindungiku dan juga menyelamatkan umatku. Bahkan tidak segan aku ijinkan umatku mengikuti misa di gereja yang seringkali juga luput dari sebuah sikap taat mengikuti protokol.

Maafkan aku yang selalu lupa bahwa beragama dan beriman sejatinya membuatku semakin rendah hati dan peduli dengan pengorbanan kalian. Namun yang kutampilkan justru kesombongan rohani meremehkan perjuangan kalian yang berakhir pada sebuah kematian yang harus kalian alami.

Maafkan aku yang lebih mementingkan kenyamananku sendiri, tanpa peduli suami, istri, anak-anak dan orang tua kalian yang selalu setia menanti kalian kembali dalam sebuah harapan sehat walafiat. Mereka cemas menanti kembali kalian walau kadang kembalinya kalian harus disambut dalam isak dan tangis duka. Aku begitu egois, sampai lupa bahwa kenyamananku hari ini juga seharusnya membawa keselamatan kalian yang tak pernah memikirkan keselamatan sendiri dalam sebuah pengabdian kemanusiaan.

Para petugas kesehatanku…

Maafkan aku yang terus menyibukan kalian hanya karena kesombongan dan keegoisanku. Maafkan aku yang tak pernah tahu berterimakasih kepada kalian atas pengabdian kalian. Maafkan aku yang kadang meremehkan bahkan memarahi kalian. Semoga aku, kami malu, malu karena aku hanya bisa menambah beban derita pengabdianmu tanpa pernah mau meringankan.

“Hanya mereka yang mencintai kematian, mampu mencintai kehidupan. Yang setia mencintai penderitaan dan pengorbanan orang lain akan mencintai ketaatan sebagai cara mensyukuri kehidupan dan merawat kehidupan sesama.”

Manila: 28-Juni 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update