-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DEWASA TANPA ORANG TUA [Terinspirasi dari orang terdekatku]

Selasa, 13 Juli 2021 | 11:37 WIB Last Updated 2021-07-13T04:37:53Z
Kehilangan orang tua pada usia berapa pun memang sulit. Ketika itu terjadi pada anak-anak, mereka akan berduka dan berduka. Beberapa dari mereka meratapi suramnya harapan dan gairah hidup. Mereka kehilangan 'penjaga sejarah' dan cerita keluarga. 

Demikianpun ketika orang dewasa kehilangan orang tua, rasa sakit dan penderitaan yang dialami seringkali tidak disadari oleh orang lain.  Orang lain mungkin berpikir bahwa “itu bukan masalah besar.” 

Mitos budaya sering kali menutup kesedihan jenis ini dengan jawaban demikian, "anda tidak akan terlalu terpengaruh jika orang tuamu meninggal ketika anda sudah dewasa" atau "anda tidak akan terlalu sedih ketika orang yang meninggal itu lebih tua dan berumur panjang." 

Tidak dapat dihindari bahwa kita semua akan menjadi yatim piatu di beberapa titik dalam hidup dan bahwa kita semua akan diubah olehnya dalam beberapa cara.  

Orang tua tetap menjadi bagian dari kita dalam ingatan dan karya mereka. Terkadang kita mendengar kata-kata mereka yang penuh kasih dan membesarkan hati.  

Namun, beberapa pengalaman yang saya temui justru sebaliknya.  Mereka terus-menerus mengeritik dan mengutuk orang tuanya yang menghantui mereka dari kubur.  

Ini menunjukkan tidak semua orang memiliki hubungan cinta dengan orang tua. Mungkin pernah dilecehkan atau diasingkan oleh orang tuanya, sehingga kematian mereka masih dapat membangkitkan perasaan yang kuat seperti kemarahan yang belum terselesaikan. Perlu waktu untuk memulihkannya. 

Gagasan yang paling seram sepeninggal orang tua salah satunya adalah, "Saya bukan anak siapa-siapa lagi." Merinding dan sangat emosional. 

Kehilangan orang tua berarti tidak ada orang yang mencintai tanpa syarat atau menjadi pendukung terbesar kita. Kemungkinan juga tidak ada orang yang begitu peduli dengan kesejahteraan fisik dan emosional kita seperti sebelumnya. 

Ditinggal orang tua jelas mengubur segudang pertanyaan bagi anak-anak tentang kehidupan dan sejarah mereka ketika mereka masih hidup.  Pertanyaan-pertanyaan itu tidak memiliki jawaban. 

Ketika orang tua meninggal, beberapa keluarga menjadi lebih dekat, sementara yang lain harus diakui keluarga ditinggal berantakan. Lem kasih yang menyatukan semuanya sudah tidak ada lagi.  

Dengan hilangnya kedua orang tua, peran berubah dalam keluarga.  Menuntut dan menuntun diri sendiri. Membiasakan diri untuk belajar menjadi ibu, pemimpin atau jadi bapak sekaligus. 

Mulai belajar bertumbuh dalam kesendirian. Merangkul kegagalan. Membunuh sendiri kesepian. Pergi tidur dengan wajah sembab. Bangun tidur dan harus berpikir keras untuk hidup. Belajar dewasa sebelum waktunya dan serentak berfungsi sebagai saluran informasi tentang kejadian keluarga. 

Oleh: Pater Garsa Bambang MSF
×
Berita Terbaru Update