-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

EKOLOGI Berumah Tangga

Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:41 WIB Last Updated 2021-07-24T09:41:39Z

[Saat mengucapkan terima kasih, kita tidak boleh lupa bahwa penghargaan tertinggi bukanlah untuk mengucapkan kata-kata, tetapi untuk menjalaninya……] 

Terkadang cahaya kita sendiri suram dan mungkin sudah padam dan dinyalakan kembali oleh percikan orang lain, pasangan kita sendiri. Ekologi dalam konteks ini mau mengatakan bahwa masing-masing dari kita memiliki alasan untuk berpikir dengan rasa terima kasih yang mendalam untuk mereka yang telah menyalakan api di dalam diri kita.  

Ya, fenomena saling melengkapi menyatakan bahwa secara umum kita akan tertarik pada orang-orang yang berbeda atau mungkin dalam beberapa hal justru bertentangan dengan kita.  

Alasannya sederhana; dalam diri kita masing-masing, ada kerinduan intrinsik untuk mengalami  apa yang disebut "keutuhan". Kerinduan ini menarik kita kepada orang-orang yang lebih berkembang di bidang-bidang tertentu daripada kita. 

Berita buruknya adalah, daripada menghargai kesempatan yang diberikan oleh perbedaan pasangan untuk belajar, tumbuh, dan memperluas rasa diri kita, kita tergoda untuk merampas dan cenderung membenci kehadirannya berikut dengan perbedaan itu sendiri. Merasa terancam dan terganggu olehnya dan mati-matian mencoba membuat pasangan kita berubah menjadi seperti kita. 

Bukankah ini kerinduan yang absurd, mustahil. Sebab di pihak lain pasangan juga merindukan dan melakukan hal yang sama untuk kita. Artinya dia juga terus-menerus berjuang untuk menjadi lebih superior, punya power dan kontrol yang hampir menghancurkan hubungan. 

Dibutuhkan pengakuan mendalam bahwa masing-masing memiliki "hadiah berharga" untuk saling dibagikan. Meskipun hadiah ini tidak selalu mudah diterima atau hadiah itu dirasa kurang cocok, namun mereka memiliki kemungkinan untuk memperkaya kualitas kehidupan pribadi dan hubungan kedua pasangan. 

Ekologi ini juga menyertakan pengetahuan yang mendalam dan intuitif yang menyatukan pasangan. Hubungan terbaik adalah hubungan di mana kedua pasangan menjadi mahir dalam kedua peran, masing-masing pada gilirannya mewujudkan kebijaksanaan dan kekuatan sebagai guru dan keterbukaan dan kerendahan hati sebagai seorang murid. 

Idealnya dalam suatu hubungan, kedua pasangan mengembangkan fleksibilitas untuk beralih dari satu peran ke peran lainnya dan kebijaksanaan untuk mengetahui kapan perubahan ini diperlukan.  

Pada waktunya, ekologi hubungan itu bisa menjadi begitu mulus, begitu mudah, sehingga perbedaan guru dan murid menghilang dan yang tertinggal hanya ada dua kekasih yang saling belajar dan melayani. Akhir dari argumen atau diskusi seharusnya, bukan kemenangan, tetapi pencerahan. Selamat berdiscerment. 

Oleh: Pater Garsa Bambang MSF
×
Berita Terbaru Update