-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menjadi Katolik, Menjadi Teladan

Jumat, 16 Juli 2021 | 15:28 WIB Last Updated 2021-07-16T08:28:32Z

Beberapa minggu setelah dilantik menjadi pastor paroki Christ the King pada tanggal 3 Juli 2016, saya ditanya oleh beberapa umat. “Padre, apakah sudah pernah melihat multo (roh halus atau roh mereka yang sudah meninggal) di kamar padre atau di sekitar gereja?”

Saya kemudian menjawab; “sudah, setiap hari saya bertemu mereka rajin ke mengikuti misa harian dan mingguan tapi lebih rajin bergosip, memfitnah, menceritakan kejelekan orang lain, menghujat dan menghakimi orang lain serta yang menggunakan pakaian seperti orang yang kekurangan kain.”

Kalau yang tidak kelihatan lebih ditakuti, saya justru lebih takut dengan yang kelihatan yang dengan terang benderang merusak nama baik dan kehidupan orang lain.

Rajin mengikuti misa tidak menjadi jaminan kita mampu menahan mulut kita untuk tidak menggosip, memfitnah dan menjelekan orang lain, ketika kita hanya mengikuti misa namun tidak mau berusaha belajar meneladani Yesus Kristus. Artinya rajin mengikuti misa itu penting karena menjadi puncak dan sumber kehidupan beriman kita namun wajib sampai pada sebuah keteladanan yang bersumber pada satu-satunya teladan kita yaitu Yesus Kristus.

Sebagai umat Katolik kita tidak hanya datang dan dekat dengan Yesus, meminta kepada-Nya, namun juga belajar dari-Nya yaitu keteladanan Yesus dalam menghadapi masalah yaitu: belajar kelembutan dan kerendahan hati dari-Nya.

Kita menjadi Katolik berarti menjadi teladan kelembutan dan kerendahan hati di dalam menghadapi setiap persoalan hidup terutama persoalan yang dihadapi seluruh dunia yaitu pandemi covid 19.

Di saat oknum tokoh agama dan penganut agama lain menghadapi masalah pandemi dengan berbagai protes dan bertindak anarkis, sebagai umat Katolik, pengikut Kristus kita hadapi dengan kelembutan dan kerendahan hati.

Setiap kali menghadapi persoalan dan dihadapan pandemi covid 19, baiklah kita ingat dan hidupi Sabda Yesus; “Belajarlah kepada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.” (Mat 11:29).

Manila: 15-Juli 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update