-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Misionaris Katolik: Mencintai Yang Tidak Disukai

Senin, 12 Juli 2021 | 09:33 WIB Last Updated 2021-07-12T02:33:24Z
Renungan Minggu Biasa XV

Siapa sih yang tidak mau dipuji ketika mampu melaksanakan tugas dengan baik? Siapa sih yang tidak bangga ketika diberi ucapan terimakasih dan tepuk tangan meriah? Siapa sih yang tidak marah dan kecewa jika namanya kelupaan dibacakan pada saat deretan nama ucapan terimakasih dibacakan?

Siapa juga yang tidak mau menjadi yang paling terdepan untuk mengambil makanan duluan saat pesta atau upacara tertentu. Semua merasa lapar dan capek sehingga doapun harus singkat bahkan lupa untuk berdoa.

Sebagian besar dari kita tidak mau kalau tidak dipuji, tidak diberi ucapan selamat, bangga dan senang ketika diberikan selamat serta mau menjadi yang terdahulu. Akan menjadi sebuah kekecewaan dan rasa sakit hati ketika tidak mendapatkan pujian, terimakasih dan selamat atas apa yang sudah dikerjakan serta tidak ada juga yang ingin menjadi yang terbelakang.

Kita semua berkat pembaptisan menjadi misionaris-misionaris Kristus dan Gereja. Para orang tua menjadi misionaris pertama dan utama di dalam keluarga mereka melalui keteladanan sikap, tutur kata dan perbuatan serta nasehat bijak bagi anak-anak mereka. Anak-anak juga menjadi misionaris di dalam keluarga dengan menaati nasehat orang tua, tidak nakal dan memberi rasa hormat kepada orang tua.

Sebagai imam, biarawan-biarawati serta umat kita semua adalah misionaris bagi sesama umat kita dan sesama serta tetangga di sekitar kita melalui keteladanan dan usaha menciptakan kedamaian, perdamaian dan persatuan serta tolong menolong antar sesama terutama mereka yang sakit dan sederhana.

Namun kita hanya bisa menjadi misionaris sejati yang mampu dan setia bermisi ketika kita mencintai rasa letih dan lelah kita, tidak mengeluh, serta juga mencintai aroma badan mereka yang sakit dan sederhana bahkan mencintai kehidupan mereka yang nampaknya “kumuh” dan “kotor.” Mau hidup berdampingan, makan dan minum dengan mereka tanpa ada rasa “jijik.”

Inilah spiritualitas misioner yang diajarkan oleh Yesus bagi kita para misionarisnya yaitu MENCINTAI YANG TIDAK DISUKAI OLEH KITA DAN ORANG LAIN. Artinya menyangkal segala bentuk keinginan, kehendak dan rasa senang pribadi yang seringkali menjadi penghalang bagi kita untuk bermisi (bdk. 6:7-13).

Mencintai yang tidak disukai menjadi spiritualitas kita karena tujuan dari misi kita adalah mewartakan Injil Kristus dan bukan mewartakan diri kita, kesenangan dan hobi kita sendiri. Ketika Injil Kristus yang diwartakan dengan menjiwai spiritualitas misioner mencintai yang tidak disukai maka meski tak mendapatkan pujian, ucapan selamat dan terimakasih serta menjadi yang terbelakang kita tidak akan mengalami kekecewaan.

Sebaliknya ketika kekecewaan justru dialami ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan dan disukai maka itu menunjukan bahwa yang diwartakan bukan Injil Kristus melainkan diri sendiri yang suka akan pujian dan perhatian Amen.

Manila: 11-Juli 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update