-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Penuhi Hidup Dengan Rasa Syukur Dan Bukan Kecemburuan

Senin, 05 Juli 2021 | 06:52 WIB Last Updated 2021-07-04T23:54:18Z

Renungan Hari Minggu XIV

Orang tidak akan pernah bahagia dengan hidupnya sendiri ketika masih dikuasai oleh kecemburuan yang kemudian membuatnya menjadi sombong, menebar kebencian dan fitnah, menjelekan serta meremehkan orang lain hanya untuk menutupi kelemahan dan kekurangan pribadi.

Mentalitas ini seperti orang yang ditolak cintanya lantas menjelekan dan menjatuhkan 
yang ditaksirnya. Karena merasa lebih baik dan pantas untuk dicintai namun justru cintanya bertepuk sebelah tangan maka jalan yang dipakai adalah menebar kejelekan dan fitnah yang semuanya bermula dari kecemburuan.

Hal yang sama juga dialami oleh Yesus. Yesus ditolak karena kecemburuan orang-orang sekitar (bdk. Mrk 6:1-6). Kecemburuan yang berawal dari sikap angkuh dan menggangap remeh keluarga Yesus, maka sebaik apapun pengajaran dan pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus tidak ditanggapi, justru Ia ditolak.

Mereka cemburu hingga menolak Yesus karena penilaian yang digunakan adalah penilaian berdasarkan status sosial dan kekayaan. Keluarga-Nya sederhana sama seperti kita kok hebat betul si Yesus, mengajar dan menyembuhkan orang sakit. Sikap cemburu dan menganggap remeh itulah yang membutakan mata hati mereka untuk melihat dengan jelas dan jerni pengajaran dan pekerjaan baik yang dilakukan oleh Yesus.

Kita tidak perlu membanggakan kekayaan dan kepintaran kita. Karena orang lain menghargai kita bukan karena kekayaan, kepintaran dan status sosial kita. Kita tidak perlu cemburu, menyombongkan diri dengan menganggap remeh orang lain karena ketika kita meninggal kita tidak akan pernah bisa memilih untuk dikuburkan disamping orang yang selevel dengan kita. Kuburan kita di tempat yang sama dengan kuburan mereka yang kita remehkan.

Yang paling penting dalam hidup kita adalah penuhi hidup kita dengan Rasa Syukur, Kerendahan Hati untuk melihat dan mengapresiasi perbuatan dan pekerjaan-pekerjaan baik yang dikerjakan oleh sesama kita bahkan orang paling sederhana sekalipun.

“Hanya orang yang bersyukur dan rendah hati yang mampu melihat kebaikan Allah di dalam diri dan hidup orang lain termasuk orang yang paling sederhana dan mungkin memiliki banyak kekurangan. Karena dalam kesederhanaan dan kekurangan mereka, mereka menunjukan jalan kebaikan dan penyerahan diri pada kuasa dan kehendak Allah.”

Manila: 04-Juli 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update