-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Adakah Yang Baik Datang Dari Para Imam?

Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:45 WIB Last Updated 2021-08-24T11:45:13Z

Demikian sepenggal tanya ketika suara-suara kritis umat yang dengan penuh kasih dan cinta mengingatkan dan menegur kami para imamnya ketika karena kerapuhan kami membuat mereka malu tak hanya karena noda yang kami lemparkan ke wajah dan rahim suci Gereja.

Suara kritis, teguran dan mungkin berada dalam badai krisis kepercayaan ketika kami berdiri di depan altar mempersembahkan Ekaristi, adalah suara kasih dan cinta umat bagi gembalanya, sebagaimana juga karena cinta gembala pada umatnya yang terus menegur dan mengingatkan umatnya agar tak hilang di jalan Sang Gembala Agung Yesus Kristus.

Meski ada malu tersirat di wajah, pun pula ada kemarahan dan keraguan merasuki jiwamu dalam sepenggal tanya; “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari para imam?” (bdk. Yoh 1:46), kami coba bangkit, terus berusaha berdiri tegak memandangmu yang mungkin dengan sinis menggugat, ada seberkas senyum yang coba kami pancarkan padamu, bahw noda itu biarlah kami yang menanggung dan memikulnya meski berbagai cemooh dari seberang ikut menghakimi karena ulah rapuh kami.

Kami terus berusaha meyakinkanmu bahwa dibalik ada sekian kerapuhan kawanan kami yang membuat malu, kecewa, marah hingga diterpa badai krisis kepercayaan, masih ada sekian banyak kawanan kami juga yang setia dan tak letih bergulat dalam kerapuhannya memberikan yang terbaik buatmu.

Masih ada sekian banyak kawanan kami yang terus berjuang menjadi pemenang atas kerapuhannya agar senyum pilumu berubah menjadi sukacita Gereja yang menguatkan keyakinanmu bahwa masih ada yang baik dari kawanan kami yang tak pernah berhenti mengalahkan kerapuhannya.

Kami juga sedih, malu dan kecewa ketika ada satu saja kawanan kami yang dikalahkan oleh kerapuhannya. Namun mata dan bibir kami tak sanggup untuk menggugat dan menghakiminya. Ya menegur dan mengingatkan seraya mendoakannya itu yang bisa kami lakukan. Karena kami sadar, dalam perjuangan itu secara fisik kami berjuang sendiri dalam doa bahkan hingga sakit namun tak terucap keluh dan letih.

Tidak sepertimu yang masih bisa dikuatkan oleh sapa peneguhan keluargamu, istrimu, suamimu, anak-anakmu. Sedang kami, ribuan mata memandang dalam hujatan dan gugatan serta sumpah serapah di antara sekian banyak mata dan bibir yang mendoakan dan meneguhkan jejak langkah kami.

Mungkin saja di saat matamu memancarkan aura kemarahan dan kekecewaan dalam irama cemooh dan sumpah serapah terucap; “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari para imam?” meragukan perjuangan dan kesucian kami mempersembahkan Ekaristi, kami tak mempersalahkanmu namun hanya satu jawaban yang bisa kami berikan bahwa;

“Yang Terbaik adalah Kristus yang memampukan kami untuk menjadi pemenang menaklukan kerapuhan kami, lantaran harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, agar menjadi nyata bahwa kami yang masih kuat tegak berdiri menjadi pemenang semata-mata adalah berasal dari Allah dan bukan dari diri kami.” (lih. 2 Kor 4:7).

Manila: 24-Agustus 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update