-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

*Bilik Hidup Bakti; Ordo dan Kongregasi: Apa Beda?*

Selasa, 24 Agustus 2021 | 10:28 WIB Last Updated 2021-08-24T03:28:39Z
Suatu hari ada keluarga dari seorang Suster yang akan berprofesi kekal bertanya soal kaul meriah dan kaul sederhana. Pertanyaan berlanjut pada  pembedaan antara sebutan "ordo" (order, ordine), dan  "kongregasi" (congregation, congregazione). 

Untuk menjawab pertanyaan ini rupanya perlu kita telusuri beberapa catatan sejarah. Pada abad ke-16, kaul sederhana diperkenalkan dengan berdirinya Serikat Yesuit dan kemudian diakui oleh Paus Gregorius XIII pada 25 Mei 1584 dalam Konstitusi Apostoliknya Ascendete Domino. Dengan dokumen ini, untuk pertama kalinya, mereka yang mengucapkan kaul sederhana dianggap sama dengan para religius yang mengucapkan kaul meriah.

Lalu tentang perbedaan antara ordo dan kongregasi dapat kita temukan dengan mudah pada Kitab Hukum Kanonik 1917 (kan.488, 7°). Ordo adalah sebuah institusi di mana para anggota mengucapkan kaul meriah. Religius pria yang mengucapkan kaul meriah disebut “reguler” (regulars), sedangkan untuk religius wanita disebut “biarawati” (nuns). Sebaliknya, untuk kongregasi dalam kodeks lama disebut sebagai sebuah institusi di mana para anggotanya mengucapkan kaul sederhana dan disebut "religius" atau "Suster" (Sister).

Dalam Kodeks yang baru (KHK 1983), kanon-kanon yang berkaitan dengan Instituti Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan, tidak lagi membuat perbedaan yang signifikan antara kaul meriah dan kaul sederhana. Kaul meriah hanya satu kali dalam kan. 1192§2, yang lebih ada kaitannya dengan kaul kemiskinan; sebab beberapa ordo atau tarekat (tradisonal) masih mensyaratkan kaul meriah dengan mengharuskan semua anggota untuk melepaskan semua kepemilikan/harta benda sebelum profesi kekal mereka. 

Oleh: Pater Doddy Sasi, cmf
×
Berita Terbaru Update