-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Doa Dan Penderitaan Jalan Menguduskan Perkawinan (Belajar Pada Santa Monika)

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:26 WIB Last Updated 2021-08-30T05:27:10Z
Dibelakang nama besar Agustinus dan ayahnya: Patrisius, termasuk dibalik pertobatan mereka berdua yang bisa dikatakan sebagai mujikzat terbesar dalam hidup Agustinus dan Patrisius ada Santa Monica (ibu dari Agustinus dan istri Patrisius) yang berperan besar dengan bantuan kuasa Allah yang mengaruniakan pertobatan hingga mengantarkan Agustinus sebagai seorang imam, uskup, Teolog termashur sepanjang masa hingga menjadi seorang Santo (Pujangga Gereja) seperti juga Patrisius.

Ibu Monika menyadari dan memahami betul makna Sakramen Perkawinan, satu selamanya seumur hidup meski terluka dan disakiti baik oleh kelakuan suaminya Patrisius yang suka mabuk-mabukan, marah dan bahkan mentertawakan usaha Monika dalam membimbing Agustinus untuk menjadi seorang Kristiani. Namun Monika tidak marah apalagi berpisah dan meninggalkan Patrisius.

Monika menyadari bahwa perpisahan bukan jalan keluar terbaik di dalam menyelesaikan masalah, melainkan DOA adalah solusi dan jalan keluar terbaik didalam mengarungi batherah rumah tangga. Monika bahkan tidak memarahi Patrisius namun mendoakan Patrisius sehingga akhirnya Patrisius bertobat dan dibaptis.

Monika mengajarkan kepada pasangan suami-isteri:
1.Kesalahan ataupun perangai buruk pasangan tidak dijadikan alasan untuk saling mempersalahkan melainkan menjadi jalan Doa untuk saling mendoakan.
2.Perpisahan bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah dan memuaskan pasangan. Jalan keluar terbaik bagi pasangan suami-istri adalah DOA.
3.Doa tanpa henti meski dengan tetesan air mata adalah jalan menguduskan keluarga dan jalan pelayanan suami istri.

Sebagai seorang ibu, Monika menempatkan diri bukan hanya sebagai perawat dan pembimbing bagi anak-anak mereka terutama bagi Agustinus yang juga jatuh dalam kedosaan tetapi juga menjadi pendoa dan penyalur berkat bagi anak mereka dalam hal ini Agustinus.

Monika yang meski tersakiti dan terluka tidak hanya oleh perangai suaminya: Patrisius namun juga oleh perangai buruk Agustinus tetap menyadari bahwa Agustinus sebagai seorang anak adalah anugerah terindah dari Allah yang perlu dirawat, dijaga, dibimbing dan didoakan. Tak peduli perangai buruk Agustinus. Bukan penghakiman dan kemarahan yang ditunjukan Monika kepada Agustinus namun terus membimbing dan melayani Agustinus dalam doa penuh iman kepada Allah.

Monika kembali mengajarkan keteladanan kepada para orang tua di dalam mendidik anak-anak:
1.Ketika anak bermasalah, tetap mencintai dan mengasihi dia dalam doa.
2.Jangan mengeluarkan kata-kata yang mempersalahkan namun doakanlah mereka meskipun harus dengan hati dan jiwa yang terluka. Ingatlah bahwa air mata dan tangisan orang tua adalah doa menuju pertobatan bagi anak-anak kalian seperti Monika.

Teladan Santa Monika ini adalah teladan tidak hanya bagi para istri dan ibu melainkan bagi pasangan suami-istri sekaligus menjadi sebuah pemaknaan yang lebih dalam dari Sakramen Perkawinan itu sendiri yang pantas untuk dihidupi dan dijalankan oleh pasangan suami istri.

Dari Santa Monika, pasangan suami-istri diajak untuk tidak hanya membangun persekutuan hidup dan kesejahteraan rumah tangga melainkan lebih dari itu adalah MEMBAWA KESELAMATAN bagi orang lain yaitu bagi entah suaminya, istrinya dan anak-anak. Bukan keselamatan pribadi yang didahulukan melainkan keselamatan orang lain (bdk. KGK. 1534).

Ketika suami atau istri maupun anak-anak kalian jatuh dalam kesalahan dan dosa; “SELAMATKANLAH!” dia dengan DOAMU dan bukan menyalahkan dia dengan amarahmu. Karena rumah tanggah, persekutuan suami istri hanya bisa bertahan dalam kedamaian dan suasana cinta kasih, pengampunan dan belas kasih ketika bukan kelemahan dan kesalahan yang dibicarakan melainkan kebaikan dan bantulah pasangan dan anak-anakmu dengan doa-doamu (bdk. Amoris Laetitia.113).

Meskipun engkau terluka dan tersakiti, bahkan menderita jiwa namun ketika engkau masih membuka hatimu untuk pasangan dan anak-anakmu dengan doa-doamu, SEJATINYA DOA DAN PENDERITAANMU ITU MENGUDUSKAN PERKAWINAN dan RUMAH TANGGA kalian.

Manila: 28-Agustus 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update