-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MENYULAP 'SATAR KODI' MENJADI KAWASAN PERSEMAIAN MODERN DAN INFALIBILITAS NEGARA

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:45 WIB Last Updated 2021-08-30T05:46:19Z
Pengerjaan proyek "Persemaian Modern" di Satar Kodi, pada sebagian kawasan Hutan Bowosie Nggorang, Labuan Bajo menuai polemik dalam ruang publik digital saat ini. Para aktivis lingkungan hidup dan para 'pendamba keutuhan ekologi', menentang dan bahkan mengecam dengan keras pelaksanaan proyek milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu. 

Tentu saja, isu kerusakan hutan yang turut berperan lahirnya aneka krisis ekologi, dijadikan alasan utama dalam memprotes pengerjaan proyek itu. Menurut kelompok penentang ini, kendati tujuannya untuk 'menata kawasan itu' menjadi sentra produksi bibit kayu dan buah, fakta penghancuran hutan tetap tak bisa dihindari. Apalagi, menurut mereka di sekitar lokasi proyek itu, terdapat sumber air.

Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu dari enam provinsi di Indonesia yang akan menjadi lokasi persemaian modern. Lima lokasi lainnya adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Mandalika NTB, dan Likupang Sulawesi Utara. 

Persemaian modern merupakan areal untuk kegiatan memproses benih atau bagian tanaman lain menjadi bibit yang siap ditanam ke lapangan dalam jumlah yang memadai, dengan ukuran yang relatif seragam, kualitas yang memadai dan dalam waktu yang tepat.

Selain itu, lokasi persemaian juga bisa menjadi sarana untuk pendidikan, latihan dan penelitian teknik memproduksi bibit tanaman yang berkualitas. Singkatnya, tempat persemaian itu sebagai sumber benih aneka jenis tanaman konservasi lainnya dan sebagai sarana wisata pendidikan lingkungan bagi mahasiswa dan pelajar.

Jenis tanaman yang diproduksi di Persemaian Modern  diperkirakan jutaan batang per tahun yang meliputi jenis tanaman kehutanan seperti Meranti, Ulin, Nyatoh, Mahoni, Bengkirai, dll. 

Di samping itu, Jenis Multi Purpose Tree Spesies (MPTS) atau pohon buah seperti durian, cempedak, mangga, tanjung, Ketapang, kencana dll, tersedia juga di tempat persemaian itu. Bibit ini akan digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan di wilayah NTT umumnya dan Flores khususnya serta untuk penghijauan lingkungan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Oleh: Sil Joni
×
Berita Terbaru Update