-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pendidikan; Membuka Jendela Dunia

Minggu, 15 Agustus 2021 | 20:17 WIB Last Updated 2021-08-15T13:17:03Z
Dalam dekapan hati, kita merayu mimpi  untuk membangun tunas-tunas muda dengan palang merah dan menaraskan isi pendidikan. Hari ini adalah hari pendidikan. Sosok seorang toko pendidikan telah lama membuka rasionalitas  kamu muda lewat dunia pendidikan. Pendidikan menawarkan generasi muda untuk membuka jendela dunia dengan membaca, menulis dan mampu menciptakan karya-karya yang berguna bagi Nusa dan bangsa. Dengan demikian secara esensial pendidikan menarik perhatian bagi generasi muda sebagi motor utama untuk merobek akal berpikir yang primitif. Teori akan dibarengi dengan praksis akan menjadi sempurna dalam kehidupan nyata. 

Untuk menyongsong hari pendidikan ini kita berdoa bersama bagi semua toko-toko pendidikan, khusunya  "K. H. Dewan Tara" dan semua guru-guru yang selama ini telah berjuang dan menghasilkan generasi muda yang berkompeten diberbagai bidang. Tujuan utama generasi muda mengemban didunia pendidikan bukan sekedar mendapat ilmu semata, tetapi bisa menciptakan kader-kader yang bertanggung jawab untuk membangun masa depan yang berkompetitif dikanca nasional maupun internasional. Kaum muda juga merupakan sebagai agen of cance dalam menerima tongkat estafet kepemimpinan. Membangun keberadapan dalam lingkungan masyarakat. Kaum muda dituntut untuk membuka wawasan yang lebih luas dan bisa mengejar masa depan baik, merobek selaput-selaput darah kemiskinan. Semangat kaum bisa mematahkan persoalan hidup dibawa kolong langit. Ramu-ramu ilmu pengetahuan dipegang erat oleh para kaum muda, tandah mengoyak rasa rindu pada prubahan, baik lingkungan, karakter mentalitas agar kehidupannya terasa lebih indah.

Di erah milenial ini, Generasi muda merupakan agen dari prubahan dalam sebuah lingkungan. Bangunan peradaban manusia tidak akan terkonstruksi secara ideal tanpa sumbangsih dan peran serta keterlibatan kaum milenial dalam rana prubahan masyarakat. Oleh karena itu keterlibatan kaum milenial sangat di  harapkan oleh masyarakat untuk mengubah lingkun yang tertinggal. Dalam proses keterlibatan itu, kaum milenial harus berbenturan dengan masyarakat, salahsatunya adalah konstruksi kekuasaan (political power).
Sering kali suara-suara kaum milenial  menggema ditelinga para penguasa, namun suara-suara kaum milenial ditutup dengan hedset penolakan, suara kritis kaum cendikiawan  menjadi alunan musik yang menyongsong untuk tidur oleh kaum pemegang kekuasaan politik. Sekeras apapun suara kaum milenial untuk mengungkapkan aspirasi ketidakadilan, jika mereka tidak mengambil bagian dari kekuasaan, suara mereka sering hilang dan tidak membawa dampak prubahan bagi masyarakat, karena terbentur sistem politik yang keras.

Pada tataran ini, kaum milenial mesti menyadari  bahwa solusi yang harus di tempuh dalam suatu konteks politik dimana seruan moral dan penyampaian aspirasi masyarakat selalu tak dihiraukan oleh rezim yang berkuasa adalah; Terlibat dalam poklitik praktis dan merebut kekuasaan yang bisa memungkinkannya untuk menyusun dan menjalankan kebijakan- kebijakan publik politik yang lebih memihak kepada masyarakat. Keterlibatan dari panggung kekuasaan politik inilah yang menjadi kekuatan sekaligus keunggulan kaum milenial mengambil sikap berseberangan dengan para penguasa. Keterlibatan seseorang cendikiawan dalam panggung kekuasaan dapat mengaplikasikan ide atau gagasan dalam masyarakat, sebab kaum milenial  pada tataran ini adalah seorang pencetus ide dan serentak memiliki kuasa untuk mengambil kebijakan terkait ide atau gagasannya ke ranah publik.
Keterlibatan kaum milenial sangat dibutuh dalam perkembangan hidup masyarakat.

Oleh: Zambrot Zambrota
×
Berita Terbaru Update