-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Radiks dari Kesepian

Minggu, 15 Agustus 2021 | 20:17 WIB Last Updated 2021-08-15T13:17:02Z
Kesepian (lonelines) tidak didentik dengan kesunyian (solitude). Dalam kesunyian manusia sesungguhnya menjadi dua, Aku dan Diriku. Arendt menyebut keadaan ini sebagai "dua  dalam satu (two in one)". Oleh karena itu, dalam kesunyian manusia  (Aku) masi mempunyai teman untuk berdialog, yaitu diriku. Dialog pada dua dalam satu, tidak kehilangan hubungan dengan dunia sesama, karena diriku merupakan perwakilan dari dunia. 

Komunikasi dengan diri sendiri yaitu bagian dari dua dimensi kehidupan dalam satu subjek, antara perkataan batin dengan suasana dalam realitas, seperti sesorang yang ditinggalkan oleh pacar atau sahabatnya, Dia akan memberontak dalam batinya oleh karena ada tekanan dari luar.

Ketika Kesunyian dapat menjadi kesepian, hal ini  membawa kita pada suatu ruang dimana kita telah ditinggalkan oleh sesuatu yang lain dalam diri kita. Dalam kesepian, manusia adalah satu, aku ditinggalkan oleh orang lain. Hal yang paling tak tertahankan dalam kesepian adalah hilangnya jati diri, dalam kesunyian jati diri masi dapat diwujudkan serta makin lemahnya identitas dalam kebersamaan. Ini muncul karena tiadanya suasana memercayai dan dipercayai oleh sesama. 

Dalam kesepian, aku kehilangan teman untuk berdialog, yaitu diriku. Dalam kondisi seperti ini, manusia akan kehilangan rasa percaya terhadap pikiran-pikirannya sendiri. Akibat yang paling menakutkan dalam kesepian adalah baik diri sendiri, dunia, maupun kemampuan untuk berpikir dan mengalami secara bersamaan.

Pada saat manusia kesepian, satu-satu hal yang masi dapat dipercayakan adalah kemampuan bernalar logis untuk membendung emosional rational. Dalam konteks ini pula, padahal pernyataan yang logis belum tentu sesuai dengan realita. 

Satu-satunya kebenaran yang masi dipercaya oleh manusia adalah kaidah-kaidah logika, yang dianggap tidak dapat sesat, meski dalam kesepian mutlak. Manusia dalam kondisi ini mencampuradukan kebenaran pada tingkat koherensi dengan kebenaran korespondensi, kesepian menyebabkan hilangnya akal sehat.

Maka, kebenaran yang sesuai dengan kaidah-kaidah logika menjadi sandaran hidupnya, dan menyebabkan manusia tercabut dari realitas.

Kupang, Agustus 2021
×
Berita Terbaru Update