-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SPIRITUALITAS JATUH CINTA

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:32 WIB Last Updated 2021-08-30T05:32:18Z
Jatuh cinta adalah obat yang terus memberi nyawa di setiap aktivitas manusia. Jatuh cinta juga merupakan sebuah usaha terus-menerus untuk memeluk  sesuatu yang ilahi dalam kebahagiaan yang kita cari dan kita rasakan. 

Ketika kita sedang jatuh cinta, segala sesuatu mungkin terjadi. Jatuh cinta itu bukan perkara asmara saja. Ya, kita tidak hanya jatuh cinta dengan orang lain, tetapi kita juga jatuh cinta pada diri kita sendiri, dengan Tuhan, dengan dunia di sekitar kita, dan masa depan kita sendiri. 

Logika jatuh cinta memang sulit ditebak. Di satu sisi  menunjukkan bahwa jatuh cinta selalu akan berakhir dan temporal, bisa bertahan enam bulan atau tiga tahun. Sebutlah cinta romantis yang berurusan dengan perasaan atau afeksi. 

Di lain pihak jatuh cinta  tidak peduli dengan urusan penelitian dan kalkulasi akal sehat manusia. Dari luar, itu bisa tampak tidak logis. Tetapi dari dalam, ia mematuhi logika cinta jiwa yang jauh lebih tinggi dan lebih inklusif daripada realitas sehari-hari. Kitab Amsal membantu kita untuk mengerti poin ini. 

Kitab Amsal menyatakan, Roh manusia adalah PELITA TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya." (Amsal 20:27). Jika kita analogikan dengan sumber terang yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari maka kita bisa pula mengatakannya seperti ini: "Roh manusia adalah Lilin Tuhan". 

Metafora ini mau mengatakan jiwa manusia adalah nyala api yang terus dibakar oleh "LILIN Tuhan". LILIN  Tuhan yang memasok energi untuk membakar jiwa manusia menimbulkan daya tarik-menarik yang sangat kuat. Api pasti terus membakar "LILIN" dan selalu bergerak 'ke atas'. Demikian pun dengan LILIN yang adalah Tuhan sendiri tidak pernah berhenti atau melepaskan diri dari nyala api. 

Dengan demikian, spiritualitas jatuh cinta adalah kerinduan untuk kembali ke sumber, keinginan jiwa untuk bersatu kembali dengan rumah-Nya yang lebih sejati. Segala sesuatu yang lain yang kita sebut cinta adalah turunan dari dorongan jiwa yang paling murni, tertinggi dan paling mendalam untuk menyatu dengan Tuhan. 

Pendek kata, cinta romantis dengan orang lain dan yang irasional oleh logika duniawi  memberi kita sekilas rasa dan pengalaman tentang kebenaran spiritual bahwa kita tidak dimaksudkan untuk menjalani hidup kita dalam perasaan pemisahan tetapi dalam perasaan persatuan dan kesatuan dengan Allah.  

Jatuh cinta berkali-kali dengan orang dan pengalaman lain memberi kita kesimpulan; Dunia adalah indah dan penuh keajaiban, sesuatu yang penuh kemungkinan.  Kita benar-benar special karena  cinta memanggil dirinya bagi kita yang terbaik lewat sesuatu yang sangat mirip dengan ibadah.

Oleh: Pater Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update