-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

"Aku Adalah Seorang OMK, Siap Ditinggalkan Pacar Demi Yesus”

Selasa, 28 September 2021 | 13:58 WIB Last Updated 2021-09-28T06:58:38Z

Kenyataan bahwa banyak OMK yang rela meninggalkan Yesus karena pacar dan perkawinan harus kita akui dan terima secara jujur. Bahwa ada kekurangan dari Gereja yang memberikan perhatian dan pembinaan kepada OMK juga harus diakui. 

Namun OMK juga harus menyadari bahwa banyak hal juga yang sudah dibuat oleh Gereja bagi mereka. Bahwa di sana sini masih ada kekurangan harus kita terima dan akui bersama seraya membenah diri. Kita juga harus menyadari bahwa keteguhan iman  OMK pada Yesus juga harus dimulai dari OMK itu sendiri yaitu dengan menumbuhkan kedekatan hubungan pribadi dengan Yesus melalui doa penuh iman, devosi, membaca bacaan rohani dan Kitab Suci serta mengikuti perayaan Ekaristi.

Pembinaan-pembinaan adalah sarana pendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan iman dan hidup rohani OMK. Artinya doa, devosi, bacaan rohani, Kitab Suci dan perayaan Ekaristi harus menjadi utama dan pertama dalam diri dan hidup OMK. Seorang OMK yang memiliki hubungan pribadi yang baik dan dekat dengan Yesus pasti tidak akan pernah menyangkal dan mengkhianti Yesus dan bahkan siap menerima dengan sepenuh hati ketika harus ditinggalkan oleh sang pacar.

Santo Lorenzo Ruiz, seorang Santo (Martir, 1600-1637) dari Filipina yang menjadi pelindung Orang Muda Katolik Filipina dan Misdinar yang dikanonisasi oleh Santo Yohanes Paulus II pada 18-Oktober 1987 dan peringatannya diperingati pada 28-September adalah teladan kesetiaan, keteguhan dan keberanian iman bagi OMK kepada Yesus Kristus.

Dihadapan tentara Jepang yang menangkap dan menyiksa Lorenzo Ruiz bersama beberapa imam Dominican yang baru saja tiba di Okinawa akibat pengejaran yang dilakukan oleh tentara Spanyol, karena dituduh membunuh seorang Spanyol, dan meminta Lorenzo Ruiz dan para imam Dominican untuk menyangkal iman kepada Yesus, Lorenzo Ruiz yang tangan kirinya memegang rosario dengan berani dan tegas menolak tawaran tentara Jepang untuk meninggalkan iman kepada Yesus Kristus agar bisa bebas dengan selamat.

Lerenzo Ruiz yang mengalami penganiayaan hebat mengatakan demikian; 

“Saya adalah seorang Katolik dan dengan sepenuh hati menerima kematian ini untuk Allah.”

“Jika saya memiliki seribu nyawa, saya akan mempersembahkan semuanya itu untuk Allah. Lakukanlah seturut kehendak kalian yang ingin kalian lakukan kepada saya.”

Pesan rohani Santo Lorenzo Ruiz ini menjadi sangat relevan dengan kehidupan OMK yang seringkali karena pacar maupun perkawinan akhirnya menyangkal dan mengkhianati Yesus sekaligus menantang OMK kesetiaan, keteguhan dan keberanian iman akan Yesus dihadapan sang pacar atau situasi yang membuatnya harus memilih: setia mengikuti Yesus atau mengkhianati Yesus karena pacar atau perkawinan.

Beranikah OMK mengatakan kepada sang Pacar yang membatasi bahkan mengekang dia untuk meninggalkan pelayanan kepada Tuhan dan Gereja atau yang hendak  mengajaknya untuk meninggalkan Yesus dan Gereja dengan berkata;

“Saya OMK dan dengan sepenuh hati siap diputus dan ditinggalkan oleh pacar semata-mata demi iman kepada Yesus.”

“Jika saya memiliki seribu nyawa, seribu waktu dan kekuatan, semuanya kupersembahkan untuk Yesus dan Gereja. Tinggalkan saya menurut kehendakmu jika itu yang kamu mau.”

Mampu dan beranikah OMK berkomitmen dan berani mengatakan demikian? Selamat merenung dan jawaban jujurnya hanya OMK dan Tuhan yang tahu!

Manila: 28-September 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update