-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Imam: Menyampaikan Kegembiraan Dengan Cara Yang Gembira

Senin, 13 September 2021 | 09:01 WIB Last Updated 2021-09-13T02:01:26Z
Penderitaan dan setiap kesulitan yang dialami selalu saya maknai sebagai berkat yang mendewasakan iman dan mematangkan pelayanan.

Maka kesulitan apapun yang saya alami, selalu ada sukacita dan kemgembiraan karena setiap kesulitan yang dialami selalu saja ada keindahan kasih Allah yang selalu menanti diujung perjuangan yang dilalui dengan kesetiaan, pengorbanan dan tanpa keluh.

Sejak seminggu yang lalu, saya bersama pengurus stasi Recom dan pengurus perumahan Recom sudah merencanakan untuk melakukan pemberkatan seluruh perumahan yang juga adalah stasi Recom. Artinya pemberkatan ini dengan berjalan kaki keluar masuk gang dan memberkati rumah umat yang berjumlah sekitar 500 kk.

Sejak kemarin pagi hujan melanda Filipina karena akan ada badai. Karena itu saya menelphon salah seorang pengurus stasi yang sekaligus pengurus perumahan bahwa kita sama-sama berdoa, dan percaya bahwa besok (Minggu, 12-September 2021) cuaca cerah. Hari ini sejak jam 7 pagi cuaca cerah. Namun sekitar jam 9, cuaca mendung dan tepat 9.30 pagi hujan mengguyur membasahi Filipina termasuk Recom.

Saya ditanya oleh mereka; “Padre, apakah lanjut atau menunggu hujan redah?” Saya menjawab hujan ini adalah berkat jadi lanjut. Bersama Bunda Maria dalam perjalanan hari ini kita dikuatkan. Upacara pemberkatan pada akhirnya dilaksanakan meskipun hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga meskipun dilindungi payung badan tetap basah. 

Namun hati tetap riang gembira karena boleh membawa sukacita dan berkat Allah bagi umat dan bisa menyapa langsung umat dari dekat, sebagaimana Bunda Maria yang membawa dan membagikan berkat sukacita dari Allah kepada Elisabet saudaranya (Luk 1:39-56). Ada kehangatan persaudaraan dan kekuatan harapan yang kualami bersama umat saya. Tepat jam 01.00 siang upacara pemberkatan selesai.

Dari pengalaman iman hari ini saya akhirnya menemukan pesan iman yang mendalam bagi saya bahwa makna dari mengikuti Yesus dengan menyangkal diri dan memikul salib (Mrk 8:27-35) adalah:

1. Jalan kemuridan yang menyebarkan kegembiraan dan bukan ketakutan.
2. Jalan kemuridan yang mempermudah dan bukan mempersulit.
3. Jalan kemuridan yang mempersatukan dan bukan menceraiberaikan.

Dan untuk bisa sampai pada jalan kemuridan seperti ini dibutuhkan kekuatan untuk tidak mengeluh namun bersyukur, kemampuan menahan lapar dan tidur serta kemampuan menjaga lisan dengan lebih banyak dan rajin menyebarkan kesaksian iman melalui tindakan dan perbuatan yang nyata (Yak 2:14-18) yaitu menyampaikan kegembiraan dengan cara gembira meski ada “penderitaan” dan kesulitan menyertai perjalanan hidup kita.

Penderitaan dan kesulitan menjadi kesempatan menyebarkan kegembiraan dengan cara gembira ketika disana ada HATI YANG BEREMPATI!

Manila: September 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update