-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jangan Alergi Dengan Extra Ecclesiam Nulla Salus!

Jumat, 03 September 2021 | 14:28 WIB Last Updated 2021-09-03T07:28:43Z

Sudah beberapa kali saya mendengar bahwa sejak dan sesudah Konsili Vatikan II, ajaran dogmatis Extra Ecclesiam Nulla Salus (EENS, KGK. 846-848) “Di luar Gereja Tidak Ada Keselamatan” sudah ditinggalkan bahkan ada imam juga yang mengatakan sudah dicabut.

Berpijak pada pengalaman itu, maka saya merasa memiliki kewajiban bukan semata karena sebagai seorang imam, tetapi juga karena sebagai seorang Katolik untuk mengangkat topik ini sebagai sebuah katekese bagi umat Katolik.

Pada tempat pertama, saya mau menegaskan bahwa ajaran Gereja tentang EENS TIDAK PERNAH DICABUT ATAUPUN DIHAPUS oleh Konsili manapun termasuk Konsili Vatikan II (1962-1965). Bahwa semangat pembaharuan Gereja yang dikenal dengan istilah “Ecclesia Semper Reformanda Est” (Gereja yang selalu memperbaharui diri) yang dihembuskan dan dilaksanakan secara nyata melalui Konsili Vatikan II yang menegaskan sikap Gereja yang berdialog dengan dunia luar termasuk agama-agama lain salah satu dokumen Konsili Vatikan II yaitu Nostra Aetate (NA) “Pernyataan Tentang Hubungan Gereja Dengan Agama-Agama Bukan Kristiani” TIDAK BERARTI dengan sendirinya menghapus ataupun mencabut ajaran dogmatis EENS.

Cara membaca EENS adalah dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai Pusat Iman kita. Karena iman akan Yesus Kristus yang adalah pembawa keselamatan bagi semua menggerakan semua umat Katolik untuk bersaksi, membuka diri termasuk berdialog dengan dunia dan agama lain. Adalah kesalahan besar ketika ajaran dogmatis EENS dipahami sebagai penghalang bagi Gereja untuk berdialog dengan dunia dan agama lain.

EENS harus ditempatkan dalam kerangka iman akan Yesus Kristus. Bahwa lahirnya keterbukaan sikap Gereja terhadap dunia dengan segala permasalahannya termasuk membuka diri untuk berdialog dan menghargai agama lain (NA 2-5; KGK 839-843) pertama-tama bukan unsur dialog atau kemanusiaan itu sendiri yang menjadi fokus melainkan karena iman kepada Kristus. Iman kepada Kristus yang hadir secara nyata di dalam Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri yang mendirikan Gereja, menjadi Dasar dan Kepala Gereja, menjadi alasan bagi Gereja untuk berdialog dengan dunia dan agama lain sebagai pewartaan atau kesaksian iman kepada Kristus.

EENS adalah ajaran iman pertama-tama untuk umat Katolik agar iman umat Katolik semakin dikuatkan dan diteguhkan bahwa Iman kepada Yesus Kristus membawa Keselamatan. Jadi bukan menjadi sebuah kesombongan ataupun penghalang bagi terlaksananya dialog. Keteguhan dan kekuatan iman ini yang kemudian menjadi jalan untuk memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6).

Persatuan kita umat Katolik dengan Yesus sebagai Kepala Gereja menjadi pijakan juga bagi Gereja untuk membangun persekutuan dengan dunia dan agama lain. Sebuah dialog dimana Gereja ikut didalamnya tidak memiliki landasan yang kuat dan tidak menghasilkan buah yang bermanfaat ketika dialog tidak dilandasi oleh iman yang kokoh kuat kepada Yesus Kristus. Dialog hanya bisa memiliki alasan kemanusian ketika landasannya adalah Iman dalam hal ini iman akan Kristus.

Maka semoga kita semua umat Katolik tidak alergi dan juga tidak menganggap ajaran EENS adalah penghalang bagi terlaksananya dialog, melainkan sebagai jalan bagi dialog. Dialog harus tetap ditempatkan dalam kerangka pewartaan dan kesaksian iman kepada Kristus dan bukan menjadi sebuah kompromi iman.

Ketika ada sebagian dari umat Katolik yang merasa EENS adalah penghalang bagi terlaksananya dialog dan secara gambalang mengatakan bahwa Konsili Vatikan II telah menghapus EENS, itu artinya dia sendiri yang menghalangi dan menutup imannya sendiri untuk berdialog.

Karena hanya dengan Iman kepada Yesus Kristus, dialog itu bisa terlaksana dengan baik. Karena itulah Yesus yang adalah Allah harus menjadi Manusia agar bisa berdialog dengan dunia dan sesama umat Manusia (lih. Yoh 1).

Secara singkat:
1.EENS tidah pernah dihapus dan dicabut oleh Konsili Vatikan II.
2.EENS harus selalu ditempatkan sebagai jalan untuk berdialog karena fokusnya adalah Yesus Kristus yang kita imani.
3.EENS adalah ajaran iman untuk meneguhkan dan menguatkan Iman kepada Yesus Kristus yang adalah Kepala Gereja.
4.EENS menjadi alasan iman untuk berdialog dengan dunia dan umat beragama lain serta sesama manusia.

Manila: 31-Agustus 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update