-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jangan Penjarakan Tuhan Di Kitab Sucimu: Jubahku, Salibku, Sorbanmu, Jilbabmu: Tuhan Bersemayam

Minggu, 26 September 2021 | 08:07 WIB Last Updated 2021-09-26T01:07:40Z
“Jangan jadikan Kitabmu semata untuk memenjarakan kehadiran Tuhan. Jangan khianati hubunganmu dengan Tuhan dan sesama dengan mengurusi Kitab Suci sesamamu yang engkau sendiri tidak paham. Jangan engkau batasi ke-Mahakuasaan Tuhan dengan mengklaim agamamu sebagai yang paling benar seraya membenci ang lain.”

Tuhan tidak hanya bersemayam di Kitab-kitab Suci dan doktrin-doktrinmu, Dia melampaui batas segala ajaran yang tertulis di Kitab Sucimu. Sabda-Nya, ajaran-ajaran-Nya adalah pedoman bagimu, bagiku untuk mampu menemukan Dia di luar sana, menemukan Dia dalam keindahan persahabatan dan persaudaraan meski yang kuyakini adalah Kebenaran agamaku dan yang diyakini adalah kebenaran agama mereka namun tidak menjadikan tembok penghalang diantara kami untuk menjumpai dan melaksanakan Kehendak Allah.  

“Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (Mat 12:50).

Tuhan tidak hanya dijumpai dalam Kitabku, Kitabmu. Karena selama aku hanya mencari-Nya di Kitabku dan engkau mencari-Nya hanya didalam Kitabmu, aku dan engkau sedang membatasi ruang gerak Tuhan yang sejatinya melampaui batas ruang Kitabku dan Kitabmu. Bahkan karena membatasi ruang gerak Allah hanya di dalam Kitab-Kitab Suci, banyak orang dengan seenaknya mempersoalkan, memperdebatkan dan mempersalahkan keberadaan Allah didalam Kitab Suci yang lain.

Ada yang mengatakan tidak Alkitabiah bagi agama lain. Ada pula yang dengan lantang mengatakan palsu Kitab Suci agama lain dengan mengandalkan google translate seakan yang tertulis di dalam Kitab Suci agama lain adalah sabda mereka para pendusta dan bukan Sabda Allah.

Mereka secara sadar mengkhianati Tuhan yang namanya mereka teriakan namun memenjarakan-Nya dalam dusta, asumsi dan tafsiran bodong hanya untuk membenarkan kebohongan dan kepalsuan pengajaran mereka. Mereka menjadikan Tuhan sebatas Nama untuk mensahkan kebencian dan fitnah mereka.

Stop penjarakan Tuhan didalam Kitabmu, karena membuatmu semakin tidak bebas untuk menemukan Tuhan dalam keindahan jubahku, salibku, sorbanmu, jilbabmu yang menyatu dalam satu bingkai kehadiran Allah yaitu bingkai kemanusiaan dan persaudaraan.

Tuhan ada dimanapun, Tuhan ada di “pasar” saat jubahku, salibku, sorbanmu dan jilbabmu bersua indah dalam satu cerita keindahan karya cipta Sang Pencipta yang pantas dirawat dan dijaga dan yang layak untuk dibela tanpa kekerasan.

“Pasar” adalah perjumpaan jubahku, salibku dengan sorban dan jilbabmu dimana bersama menemukan kehadiran-Nya yang menguatkan dan meneguhkan tanpa perlu mengatakan aku atau kamu yang paling benar karena Kebenaran Sejati adalah Perjumpaan kita itu sendiri dimana di dalam jubahku, salibku, sorbanmu dan jilbabmu: Tuhan bersemayam.

Dari perjumpaan di “pasar” itu kita sedang mengabarkan kepada mereka yang memenjarakan Tuhan bahwa untuk bisa berjumpa dengan Tuhan tidak hanya di dalam Kitab-Kitab Suci dan doktrin-doktrin tetapi di “pasar” di mana semua perbedaan melampaui sekat-sekat Kitab Suci dan doktrin. Biarlah Kitab Suci dan Doktrinku, Kitab Suci dan Doktrinmu menjadi pijakan untuk bisa melampaui kesempitan pencarian dan perjumpaan dengan Tuhan.

Jubahku, salibku, sorbanmu dan jilbabmu yang bercengkerama di tengah “pasar” itu adalah pertanda bahwa Allah hadir dan bersemayam di sana dalam satu keindahan persaudaraan seraya memastikan bahwa Allah tidak akan pernah ditemukan oleh mereka yang sibuk mengklaim Kitab Suci mereka sebagai yang paling benar seraya menyebar kebohongan pemalsuan Kitab Suci orang lain.

Santo Agustinus: "Tanyakanlah keindahan bumi, tanyakanlah keindahan samudera, tanyakanlah keindahan udara yang menyebarluas, tanyakanlah keindahan langit.... tanyakanlah semua benda. Semuanya akan menjawab kepadamu: Lihatlah, betapa indahnya kami. Keindahan mereka adalah satu pengakuan [confessio]. Siapakah  yang menciptakan benda-benda yang berubah, kalau bukan Yang Indah [Pulcher],  yang tidak dapat berubah" (Sean.  241,2, KGK. 32). 

Manila: 25-September 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update