-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KEMALASAN: Mengapa Dianggap Dosa Mematikan

Kamis, 09 September 2021 | 12:31 WIB Last Updated 2021-09-09T05:31:07Z
Kategori dosa dalam Gereja Katolik memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Yang umum digunakan saat ini adalah hasil revisi dari Santo Gregorius Agung (Paus Gregorius I), sebagaimana dituliskan dalam Katekismus Gereja Katolik. Cukuplah bagi kita untuk mengatakan bahwa pengertian dosa telah berubah maknanya selama berabad-abad. 

Dalam kasus dosa kemalasan, ada dua pertanyaan kunci yang diajukan; 1)Apakah kemalasan hanyalah masalah tradisi Kristen 2) Mengapa kemalasan dianggap dosa. 

Jawaban untuk pertanyaan pertama cukup sederhana. Jawabannya "Tidak". Masing-masing agama besar tampaknya memiliki satu pengertian yang mirip tentang kemalasan dengan konotasi negatif yang serupa. Apakah itu tradisi Buddhis, Kristen, Hindu, Yahudi atau Muslim, kemalasan, setidaknya merupakan penghalang atau hambatan dalam hidup. 

Mengapa dianggap dosa, berikut beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan kedua: 

PERTAMA, Tradisi Kristen memasukkan kemalasan sebagai salah satu dari tujuh dosa mematikan karena merusak masyarakat dan rencana Tuhan serta mengundang dosa-dosa lain.  Alkitab menentang kemalasan, misalnya dalam Pengkhotbah 10:18, "Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah. "Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak" (Amsal 18:9). 

KEDUA, meminjam dari pemikiran Yunani kuno, kemalasan adalah dosa karena berkontribusi pada kegagalan individu untuk mencapai ekspresi dirinya yang sebenarnya. Secara khusus dalam hal ini karena waktu adalah esensinya.  

Kita adalah makhluk yang terbatas secara waktu. Kita hidup. Kita mati. Di antara waktu itu, kita dipanggil untuk menjadi  diri sejati kita. Ini mungkin dianggap untuk menjadi serupa dengan Tuhan.  Batas temporal kehidupan manusia mengarah pada gagasan bahwa "waktu itu suci". Hidup ini singkat. Waktu itu berharga.  

KETIGA, Kemalasan sering diromantisasi seperti yang dilambangkan oleh ungkapan Italia, "dolce far niente" (itu manis untuk tidak melakukan apa-apa). Kemalasan adalah suatu ketidakpedulian yang utamanya berkaitan dengan hal-hal rohani. 

St Yohanes dari Damaskus, seorang Bapa Gereja dan Doktor Gereja dari Timur, mendefinisikan kemalasan sebagai suatu kepiluan atau kesusahan hati yang menindas, yang begitu menekan pikiran atau budi seseorang sehingga ia tidak ingin melakukan apa-apa. 

Teolog abad ke-13 St. Thomas Aquinas dalam Summa Theologica, menyatakan bahwa kemalasan adalah dosa karena kesusahan hati tersebut menghalangi seseorang untuk berbuat baik; baik kemalasan itu sendiri maupun dampak yang ditimbulkannya adalah jahat. 

Katekismus Gereja Katolik pun menyatakan bahwa kejenuhan rohani atau kemalasan rohani dapat mengakibatkan seseorang menolak kegembiraan yang datang dari Allah dan membenci hal-hal ilahi. Kebencian terhadap Allah muncul dari kesombongan sehingga untuk mengatasinya, selain butuh keutamaan ketekunan, mutlak dibutuhkan kerendahan hati.

Oleh: Pater Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update