-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Memoria St. Klaus

Senin, 27 September 2021 | 12:06 WIB Last Updated 2021-09-27T05:06:39Z
SANTO KLAUS

*Memoria*

Mungkin sekedar kisah usang. Dari tebing -tebing Wae Balak, dari rentetan kamar-kamar tingkat, dari ngantuknya  bangun jam 04.15 pagi, dari kisah kuncar, dari trik lompat pagar. Mungkin juga sekedar kisah menikmati longor ikan teri kecil yang bergandengan dengan saung daeng teneng, kacang hijau, yang rasanya seperti sayur paling mahal dan bergairah di zaman itu.

Bertahun-tahun telah  lewat. Kisah itu tetap dibawa canda. Mugkin kisah nakal dengan seribu macam gaya nan nyeleneh. Sampai kita berbahak-bahak. Bahkan tak henti tersenyum. Setiap kisah yang pernah ada, entah betapa nakalnya Kita, entah betapa sucinya Kita, semuanya, terasa begitu hangat dan hidup sebagai kenangan yang tak membosankan. Hidup memang penuh kenangan.  Tak jarang kenangan bisa sedikit pahit ataupun  manis. Namun, dalam rahim Santu Klaus, kenangan itu tak pernah berarti luka, apalagi duka.  

Mungkin kita pernah lompat pagar. Lalu, tiba-tiba pulang mengendap-ngendap,sandal ditimang, lirik ke sana - kemari. Bahkan, kemudian  gemetar, panik dan gelisah, sebab hukuman akan menanti dengan dasyat, jika pura pura kita, ketahuan. Kita juga pernah, muncuri daeng tapa, berlari menuju hutan sambil tertawa, dan bakar di hutan sensus. Setelah kenyang, kembali pulang ke asrama tergopoh-gopoh, lalu dengan gembira bercerita, padahal kemudian dibayar dengan angka 10 ribu Rupiah. 

Di kala sabtu atau minggu, tikar kita, dibongkar untuk berjemur. Di sana kita liat majung berjalan. Debu bertebaran. Namun tetap saja kita dengan bangga tidur di atasnya, sambil bercengkerama tentang Pacar,  kapan kuncar, kapan bolos.

Jika saja makanan kita adalah mii goreng, porsi makan bertambah. Malah berapa kali lipat. Rasanya, seperti menikmati alam restoran tingkat dewa. Harumnya bikin tetangga meja meliuk lirik, sambil berharap diundang untuk bergabung dalam perjamuan makan.

 Ah...Santo Klaus, kisah bersama kita walau terasa ganjil tapi tetap menyenenangkan

Oleh: Ricky Richard Sehajun
×
Berita Terbaru Update