-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kerjaaan Allah-Gereja-Kaum Berjubah

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:15 WIB Last Updated 2021-10-12T10:15:57Z

Selalu ada pertanyaan dari seberang; “Apakah yang dimaksud Yesus tentang Gereja di dalam Kitab Suci adalah Katolik? Apakah ada ayat Kitab Suci menyebutkan nama Katolik didalamnya”?

Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang nama Katolik menurut Kitab Suci, termasuk dari segi etimologi dan lainnya. Tapi saya hanya menunjukan satu ayat Kitab Suci yang kemudian bisa menunjukan dengan jelas bahwa Gereja yang dimaksud adalah Katolik, sehingga tidak kemudian menjadi fitnah yang selalu dilakukan kaum penjual ayat-ayat suci hanya untuk memecah belah persatuan.

Kaum berjubah dalam hal ini para imam, biarawan dan biarawati adalah manusia normal yang menanggapi panggilan Allah. Bahwa kemudian selalu ada persoalan yang “menodai” wajah Gereja harus kami akui dan kami ikut sedih. Tapi noda itu tidak menjadi alasan bagi Allah untuk menghentikan panggilan-Nya pun pula tidak menutup jawaban manusia.

Manusia-manusia normal yang memilih jalan untuk tidak kawin seumur hidup karena kehendak Allah sendiri. Yesus dengan tegas dan jelas mengatakan; “Ada orang yang tidak dapat kawin……….., dan orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga.” (Mat 19:12).

Kemauan sendiri untuk tidak kawin menunjukan kehendak bebas manusia untuk memilih. Allah memanggil siapa saja untuk mengikuti-Nya. Ada yang memilih untuk kawin dan ada yang memilih untuk tidak kawin karena Kerajaan Sorga. Kaum berjubah memilih untuk tidak kawin adalah Kehendak Allah sendiri walaupun manusia memiliki kehendak bebas. Artinya jawaban manusia untuk tidak kawin karena Allah sendiri yang memanggil.

Alasan untuk tidak kawin adalah karena Kerajaan Sorga melalui pemberitaan Injil dan pembaptisan (Mat 28:19-20) serta pelayanan (Luk 4:18-19). Dan setelah Kebangkitan Kristus, tugas kaum berjubah adalah sebagaimana yang dilakukan oleh para Rasul yaitu memberitakan Kebangkitan Kristus (Mat 28:10; Kis 2:1-47; Kis 3:5).

Singkatnya karena alasan untuk tidak kawin bagi kaum berjubah karena Kerajaan Allah maka hidup mereka menjadi pewartaan dan kesaksian akan Kerajaan Allah yang nyata di dunia ini.

Maka dari itu, agar pewartaan Kerajaan Allah yang menjadi misi Yesus tersebar ke seluruh dunia maka Yesus mendirikan Gereja (Mat 16:18). Namun agar Gereja bisa mewartakan Kerajaan Allah secara efektif dan menjangkau semua orang, maka Yesus juga tidak hanya mendirikan Gereja tanpa ada yang mendampingi, mengajarkan, memimpin dan menguduskan Gereja yang sudah didirikan-Nya.

Oleh karena itu Yesus memanggil sebanyak mungkin orang dan menguduskan mereka untuk tugas pemberitaan Kerajaan Allah. Ingat fokus pada Sabda Yesus; “karena Kerajaan Allah” dan dalam hubungan dengan Gereja yang didirikan.

Agar pemberitaan Kerajaan Allah juga semakin efektif tidak hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam bentuk kehidupan yang dijalani maka Yesus memanggil dan menguduskan mereka (anggota Gereja) yang karena kemauannya sendiri untuk menjadi imam, biarawan dan biarawati untuk tugas penyebaran dan pewartaan Kerajaan Allah melalui Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri.

Sekarang mari kita lihat. Dari semua yang mengaku Kristen bahkan ada yang mengaku paling Alkitabiah, yang tidak menikah dan menguduskan diri mereka dalam nama Yesus karena Kerajaan Allah dan untuk pelayanan Gereja, termasuk dalam Gereja apa? 

Kalau kita mau jujur ya hanya Gereja Katolik yang memiliki orang-orang yang disebut imam, biarawan dan biarawati yang dalam Sabda Yesus sebagai orang yang karena kemauan sendiri memilih untuk tidak kawin karena Kerajaan Allah. Dan agar dalam pewartaan Kerajaan Allah, orang-orang ini diakui dan menjadi jelas identitas mereka maka dibutuhkan Gereja. Dan hanya Gereja Katolik yang memiliki anggota demikian.

Semoga sampai di sini, kalian paham agar berhentilah berpura-pura tidak paham!

Manila: 11-Oktober 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update