Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Berdoa Atau Bikin Keributan?

societasnews.id
Jumat, 10 Desember 2021 | Desember 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-11T07:24:49Z
Berdoa Atau Bikin Keributan?


“Dari keheningan lahirlah kebijaksanaan.”

Artinya keheningan adalah doa. Dalam keheningan dan dalam doa kita tidak hanya berbicara tetapi mendengarkan dan berfleksi yang kemudian itu nampak dalam tindakan nyata sehari-hari: bicara yang penting dan perlu, tidak meributkan rumah tangga agama lain dan tutur katanya selalu menampakan kebijaksanaan.

Kata-kata dan sikapnya menunjukan bahwa ia memang berdoa dan berefleksi dari hasil mendengarkan. Itulah kebijaksanaan yang lahir dari doa. Bentuk pujian kepada kepada Allah tidak harus selalu dengan nyanyian yang meriah, tapi pujian kepada Allah juga dapat diungkapkan dengan sikap mendengarkan yang mengungkapkan kerendahan hati. 

Keheningan adalah pujian kepada Allah yang lebih bernilai karena bukan kita yang hanya didengarkan oleh Allah melainkan Allah yang wajib didengarkan agar kata-kata yang disampaikan adalah kata-kata yang sesuai dengan kehendak Allah dan bukan logika dan pikiran pribadi yang digunakan untuk mengurusi rumah tangga agama lain. Keheningan adalah pujian pada Allah karena kita merendahkan diri untuk mendengarkan Dia. 

Segala pengetahuan yang kita miliki tentang Kitab Suci, sejatinya membuat kita lebih banyak menciptakan keheningan untuk merefleksikan Sabda Allah dan mewujudkan dalam tindakan nyata dimana tutur kata dan tingkah laku hidup kita seturut dengan kehendak Allah yaitu tidak melihat selumbar di mata agama lain, namun balok dan tulang belulang di mata agama sendiri tidak dilihat dan dibersihkan (bdk. Mat 7:3).

Maka dari itu ketika ada umat beragama lain yang sibuk sana sini mengurusi dapurnya Gereja Kristen Katolik termasuk ajaran-ajarannya yang diimani sebagai ajaran Yesus Kristus sendiri muncul pertanyaan dalam benak saya;

“Mereka ini beragama untuk berdoa atau menciptakan keributan? Atau mantelnya agama tapi isinya keributan!” Atau bisa juga mereka berdoa namun yang dipikiran mereka bukan Allah namun memikirkan bahan dan materi apalagi yang digunakan untuk menyerang Gereja.”

Simple saja, orang yang meributkan hingga memfitnah ajaran Gereja Kristen Katolik, adalah mereka yang memang tidak mencintai dan menyukai keheningan sebagai doa. Yang dicintai adalah keributan dan keributan dianggap sebagai doa maka yang lahir adalah keributan dan bukan kebijaksanaan.

Tepat seperti yang disabdakan oleh Yesus;

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” (Yoh 5:39-40).

Mereka sibuk mengurusi ajaran Gereja Kristen Katolik dengan bersumber pada Kitab Suci dan mengatasnamankan Tuhan namun sejatinya mereka sendiri tidak mau datang dan mendengarkan Tuhan dalam keheningan karena yang dicari adalah keributan yang dianggap sebagai doa dan ibadah.

Maka berbahagialah sebagai umat Kristen Katolik, karena didalam Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik ada keheningan yang disediakan sebagai doa untuk mendengarkan Sabda Allah dan merenunkan serta melaksanakannya dalam tindak dan perbuatan baik sehari-hari.


Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Berdoa Atau Bikin Keributan?

Trending Now

Iklan