Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Berkat Orang Tua: Perisai Bagi Anak-anak

societasnews.id
Kamis, 16 Desember 2021 | Desember 16, 2021 WIB Last Updated 2021-12-17T02:51:03Z

 

Berkat Orang Tua: Perisai Bagi Anak-anak


[Anda mungkin tidak dapat mewariskan harta yang besar kepada anak-anak; tetapi satu hal yang dapat kalian berikan kepada mereka [adalah] warisan berkat anda. Dan lebih baik diberkati daripada menjadi kaya...St Ambrosius]

Orang tua Katolik secara tradisional memberkati anak-anak mereka. Praktek ini berakar pada Kitab Suci. Dalam Perjanjian Lama, Tobit memberkati putranya sebelum melakukan perjalanan dengan mengatakan, “Semoga perjalananmu menyenangkan, semoga Tuhan menyertaimu di jalanmu, dan semoga malaikat-Nya menemanimu." (Tobit 5:17) 

Baca juga: Doamu Meruntuhkan Maklumat “Haram”

Hal yang sama juga disajikan dalam Kitab Kejadian, dimana nabi Nuh memberkati putranya Sem dan Yafet (Kej. 9:26-27) karena keduanya menutupi aib ayah mereka sendiri. Juga Ishak memberkati putranya, Yakub dan Esau yang dikisahkan dalam Kej. 27.  Dalam Perjanjian Baru, Yesus juga memberkati anak-anak dengan “memeluk mereka dan meletakkan tangan-Nya ke atas mereka” (Markus 10:16). 

Seringkali apa yang membuat orang tua tidak memberkati anak-anak mereka adalah rasa takut bahwa mereka akan melakukan kesalahan, tetapi berbagai macam doa atau isyarat, bahkan doa hati tanpa kata dapat digunakan dan memberi kedamaian bagi anak. Mungkin ketika kita masih kecil, ibu selalu menidurkan kita setiap malam setelah mengucapkan sepenggal doa. 

Baca juga: Natal Kami Semakin Bermakna Dengan Laranganmu

Memberkati anak sebelum tidur adalah tindakan sederhana namun kata-kata dan gerak-geriknya bisa terasa seperti selimut, penutup yang lembut sebelum anak-anak masuk ke dalam kegelapan sesaat sebelum tidur.  Sebuah berkat mengingatkan kita bahwa kita tidak pergi ke dalamnya sendirian. Tuhan pergi bersama kita. 

Sebagai umat Katolik, kita sering menandai diri kita dengan tanda salib di Gereja, tetapi praktik ini juga harus dilakukan di rumah. Sebelum Vatikan II banyak keluarga menyimpan kolam air suci di rumah untuk tujuan ini. 

Tindakan berkat lain misalnya, memberkati anak-anak pada hari ulang tahunnya atau hari pertama masuk sekolah.  Beberapa orang tua memberikan pelukan dan ciuman kepada anak-anak mereka sebelum bepergian,dan kemudian menandai mereka dengan tanda salib, atau hanya melambaikan tangan sambil berkata, “Pergilah bersama Tuhan.”  

Di waktu lain, orang tua bisa memberkati anak-anak ketika mereka sakit atau mengalami semacam pencobaan. Orang tua bisa meletakkan tangan di atas kepala atau bahu dan berdoa bagi mereka dari hati mereka dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Berkat-berkat ini meninggalkan bekas yang tak terhapuskan pada anak dan sebaiknya tidak boleh berhenti ketika dia sudah remaja.  

Berkat orang tua adalah pengingat yang sederhana namun mendalam bagi anak bahwa dia dicintai, dan bahwa identitas aslinya berasal dari Tuhan. Itu seperti perisai. Tindakan memberkati anak juga mengingatkan orang tua akan tanggung jawab mereka yang luar biasa dan memungkinkan mereka untuk berhenti sejenak dan meminta rahmat Tuhan.  

Ketika seorang anak diberkati, itu membantunya menyadari bahwa dia harus menghormati orang tuanya, karena orang tuanya, betapapun tidak sempurnanya, mencintainya dan mencari kebaikan untuknya. Juga mengingatkan orang tua akan martabat dan individualitas yang melekat pada anak; dia adalah hadiah, bukan milik. 

Kita mungkin ingat persis ketika Paus Fransiskus muncul di depan umum untuk pertama kalinya setelah pemilihannya, dia meminta orang banyak untuk berdoa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan baginya dan untuk Paus Emeritus Benediktus XVI. 

Doa-doa sederhana dan akrab ini diketahui oleh sebagian besar umat Katolik dan juga banyak orang non-Katolik. Paus Fransiskus mengundang kita untuk bergabung dalam doa sederhana yang kita hafal. Ia menawarkan model doa di rumah, dan terutama doa bersama anak-anak.  

Baiklah masing-masing orang tua belajar dari nasihat St. Ambrosius, “Anda mungkin tidak kaya; tidak dapat mewariskan harta yang besar kepada anak-anak; tetapi satu hal yang dapat kalian berikan kepada mereka [adalah] warisan berkat anda. Dan lebih baik diberkati daripada menjadi kaya.

Caloocan City

Garsa Bambang,MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Berkat Orang Tua: Perisai Bagi Anak-anak

Trending Now

Iklan