Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Biarkan Natal Kami Damai!

societasnews.id
Senin, 06 Desember 2021 | Desember 06, 2021 WIB Last Updated 2021-12-06T11:31:50Z

 

Biarkan Natal Kami Damai!
foto istimewah

Natal kami adalah kedamaian dan sukacita yang dibawa oleh Sang Mesias melalui peristiwa kelahiran-Nya. Natal kami adalah Kristus. Kelahiran-Nya mengungkapkan ketulusan hati dan cinta bagi perdamaian dan persaudaraan semua insan anak bangsa. Kelahiran-Nya adalah sebuah gerakan kemanusian yang memanusiakan manusia dan Ia sendiri adalah duta dari kemanusian dan perdamaian yang mencintai persaudaraan dan tidak menolak perbedaan. 


Kandang Betlehem (Luk 2:1-20), tempat Ia dilahirkan menjadi saksi bahwa kelahiran-Nya yang bagi Herodes adalah sebuah ancaman bagi kekuasaan Herodes (bdk Mat 2:3-8), namun bagi mereka yang mencintai perdamaian dan persaudaraan adalah berkat yang mempersatukan dan rahmat sukacita yang mensyukuri perbedaan bahwa Ia yang adalah Allah mau menjadi sesama bagi semua orang apapun status sosial dan agama serta kebudayaan.


Kelahiran-Nya yang kala itu dalam suasana keheningan, jauh dari hiruk pikuk insan manusia dan hanya diiringi pujian para malaikat, di negeri yang katanya mencintai toleransi justru mencipta kebisingan dan hiruk pikuk perdebatan dan penghakiman. Ini ibarat satu pepatah; “sok dekat, so kenal.” Ramai mempersoalkan kelahiran-Nya walau tak satupun dari mereka yang mengimani-Nya bahkan Ibu yang hanya mengikuti dan mentaati kehendak Allah ikut “dibully” dari mereka yang mulutnya tokoh agama namun hati dan pikiran adalah kedengkian.


Kelahiran-Nya tanpa ditemani bala tentara manapun adalah bukti nyata bahwa Ia tak butuh kekuatan pasukan untuk menciptakan kedamaian namun Diri dan Hidup-Nya sendiri adalah kedamaian dan sukacita. Dia menjadikan kelahiran-Nya sebagai tempat semua orang merasakan kedamaian dan sukacita serta persaudaraan dan bukan menghimpun kekuatan untuk memaksa orang lain agar mengamini kelahiran-Nya. Dia tidak seperti pasukan berjemaah yang setiap kali menjelang perayaan kelahiran-Nya menjadi pasukan yang melarang ini dan itu serta yang kesana kemari hanya untuk mempersekusi hiasan Natal.


Seperti kelahiran Tuhan kami saat itu dalam keheningan, ketenangan, kedamaian dan hanya diiringi pujian sukacita, ijinkan kami untuk mengalami ketenangan yang jauh dari perdebatan, mengalami kedamaian yang jauh dari ancaman persekusi hiasan Natal dan bom bunuh diri. Ijinkan kami untuk menimbah kedamaian dalam sukacita yang pada gilirannya menebarkan kedamaian dan sukacita bagi semua.


Biarkan kami merayakan Natal dalam damai dan jauh dari ketakutan karena kelahiran-Nya bukanlah sebuah ancaman namun adalah sebuah pemberian Diri dimana menjadi tempat persaudaraan dalam perbedaan dan rumah bersama bagi perdamaian. Kelahiran-Nya semata adalah Kehendak Kasih Allah yang mencintai semua maka biarkanlah Allah yang merajai jiwa kami di hari Natal tanpa perlu dihalangi atas nama dalil-dalil suci. 


Yang suci dan kudus adalah milik Allah. Kita hanyalah peziarah yang diundang untuk masuk dalam kekudusan Allah. Pintu masuk ke dalam kekudusan Allah bagi kami adalah merayakan kelahiran Putera-Nya dalam damai dan penuh sukacita. Ada yang perbedaan, masing-masing ada pintunya sendiri untuk masuk dalam kekudusan Allah. Namun jangan jadikan alasan perbedaan untuk menodai kekudusan Allah di hari Natal kami. 


Manila: 05-Desembe-2021

Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Biarkan Natal Kami Damai!

Trending Now

Iklan