Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Bukan Misa Yang Membuat Boring Tapi Karena Iman Kering

societasnews.id
Kamis, 09 Desember 2021 | Desember 09, 2021 WIB Last Updated 2021-12-09T23:57:40Z
Bukan Misa Yang Membuat Boring Tapi Karena Iman Kering
Ilustrasi: google


Kita sering mendengar; “misanya bagus.” Apalagi pada saat malam Natal dan Perayaan Hari Raya Natal, banyak orang setelah misa akan memuji “misanya” bagus. Meskipun ada juga yang masih saja mengeluh; “misanya” membuat ngantuk, membosankan dan kering.

Pujian misanya bagus ataupun keluhan misanya membosankan selalu seputar kotbah imam, dekorasi gereja, koor atau mungkin juga karena kegantengan imam. Pujian selalu terkait dengan kegiatan manusia dalam misa. Demikian juga keluhan selalu seputar aktivitas manusia, yang seringkali demi memuaskan manusia maka “pelanggaran” pada saat misa dianggap “wajar dan biasa.”

Semua perayaan misa adalah baik dan bagus bukan datang dari manusia. Bukan tindakan manusia, melainkan tindakan Allah. Kebaikan dan keagungan serta keindahan misa adalah datang dari kebaikan Allah. Itu adalah misteri misa dimana di dalam misa itu, Allah secara perlahan mengubah kita dan bukan kita yang mengubah tindakan Allah di dalam misa (bdk. PUMR. 16).

Kita mengimani misa adalah kehadiran dan tindakan real Allah. Maka setelah bagian akhir bacaan pertama maupun bacaan kedua selalui diakhiri dengan; “Inilah Sabda Tuhan” atau setelah bacaan Injil; “Demikianlah Injil Tuhan” dan bukan inilah sabda imam atau demikianlah injil imam. Karena misa adalah kehadiran dan tindakan real Allah, maka misa membuat kita sebagai pelaku iman. Cukup mengatakan; “Aku Percaya.”

“Maka jika mengikuti misa hanya untuk mendengarkan joke dalam kotbah imam, tidak usah mengikuti misa tapi cukup menonton stand up comedi. Jika mengikuti misa hanya untuk mendengarkan imam bernyanyi saat berkotbah, tidak usah menghadiri misa, tetapi pergilah ke bar atau konser para artis. Jika menghadiri misa namun untuk mencari hiburan, tidak usah menghadiri misa tapi pergilah ke bioskop” (bdk. Bishop Socrates, “Hindi ko maintindihan ang Misa, Sabino Studio, June-5, 2021).

Dalam pengalaman, sebagian umat rela mengikuti misa di paroki lain karena misa di parokinya sendiri terasa boring, kering dan kotbah imam membuat mengantuk. Yang dicari adalah tindakan manusia. Yang dipuji adalah tindakan manusia sehingga tidak mampu merasakan tindakan Allah yang mengubahnya secara perlahan sebagai pelaku iman.

Kalau kita mau jujur, bukan karena misa yang membuat kita kering dan boring. Bukan pula karena imam yang merayakan misa, kotbah dan koor yang membuat kita merasa kering dan boring. Yang membuat misa terasa boring dan kering serta melakukan pelanggaran dalam misa entah itu imam maupun koor karena IMAN KITA YANG LEMAH, KERING DAN HAMPIR MATI.

Jika IMAN KITA KUAT, maka misa adalah BAGIAN TERINDAH dari hidup kita. Maka, teruslah menghadiri misa dalam ketekunan dan ketaatan siapapun imamnya, apapun kotbah dan koor dalam misa, karena dalam misa hanya Allah yang bisa mengubah kita berkat iman kita yang kokoh kuat dan bukan karena kemauan kita sendiri ataupun tindakan manusia entah itu imam dan kotbahnya ataupun koor.

Manila: Desember-2021

Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Misa Yang Membuat Boring Tapi Karena Iman Kering

Trending Now

Iklan