-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Imamku: Hadirmu, Sukacitaku

Jumat, 10 Desember 2021 | Desember 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-11T07:25:36Z
Imamku: Hadirmu, Sukacitaku


Dalam budget hearing dengan kuria keuskupan Novaliches pada hari Selasa, 09-November 2021, satu pesan dari Bapak Uskup Novaliches: Bishop Roberto yang menginspirasi dan menggelitik saya adalah;

“Dalam kesulitan di tengah pandemi jangan lupa membawa sukacita bagi mereka yang paling menderita.”

Pesan Bapak Uskup ini kemudian menyadarkan saya bahwa keberhasilan seorang imam dalam pelayanan bukan karena megahnya gereja yang dibangun, pun pula bukan karena banyak program yang direncanakan, tetapi satu hal yang paling penting yaitu diri dan pelayanan yang mampu membawa sukacita pada umat yang dilayani.

Pesan bapak uskup ini mengingatkan saya pada kata-kata bijak Gus Dur;

“Jika hendak mendirikan sebuah mesjid dan di sana ada kelompok pemusik bangunlah dulu kelompok pemusik itu sehingga mereka yang kemudian akan membangun mesjid tersebut.”

Pesan Gus Dur ini menegaskan bahwa sebuah bangunan gereja ataupun program-program pastoral akan terlaksana dengan baik, ketika Gereja yang sebenarnya yaitu persekutuan umat beriman yang mengimani Yesus Kristus sudah dibangun, didekati dan dirangkul sehingga mereka merasakan sukacita dan dengan sukacita akan membangun gereja dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program-program pastoral paroki.

Hal ini sejalan dengan tema Sinode Gereja pada tahun 2023 dimana umat beriman diajak dan didorong untuk berpartisipasi dalam misi Gereja. Kehadiran imam adalah sebuah kehadiran partisipatif dalam kehidupan umat beriman, masuk dalam persekutuan dengan mereka apapun keadaan mereka dan dengan penuh sukacita berjalan bersama di satu jalan atau misi yang sama yang salah satunya menjadi Sahabat sejati dalam segala situasi.

Sukacita umat karena kehadiran imamnya, menegaskan kehadiran Kerajaan Allah secara nyata di tengah-tengah mereka (bdk. Luk 17:21). Seorang imam tidak pernah mengalami sukacita ketika membiarkan umatnya mencari sendiri Kerajaan Allah. Sebaliknya imam yang bersukacita adalah imam bangkit, mencari dan hadir di tengah-tengah umatnya dan karena kehadirannya menjadi sukacita umatnya.

Pengorbanan yang ditunjukan oleh imam, yang pada giliran menjadi sukacita bagi umat sejatinya itu adalah kesejatian dari pelayanan melebihi bangunan megah gereja yang dibangun maupun sekian program yang dilaksanakan (bdk. Luk 17:25).


Pater Tuan Kopong MSF


×
Berita Terbaru Update