Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Jangan Bungkam Suara Kaum Awam

societasnews.id
Jumat, 10 Desember 2021 | Desember 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-11T07:24:22Z
Jangan Bungkam Suara Kaum Awam


Jangan bungkam kaum awam, saya maknai sebagai belajar pada kaum awam. Banyak kaum awam kita yang memiliki pengetahuan tentang ajaran Gereja yang memadai bahkan mungkin melebihi pengetahuan mereka yang belajar filsafat dan teologi.

Dan karena pengetahuan mereka itu, kadang mereka menjadi sedemikian kritis dan “geram” ketika ada ajaran Gereja yang dilanggar atau bahkan dilecehkan. Dengan pengetahuan mereka yang mumpuni merekapun menjadi berani untuk mempertanggungjawabkan iman mereka, memberikan pemahaman kepada mereka yang sibuk merecoki ajaran Gereja. 

Belajar, membaca itu adalah dua hal yang saya jumpai dan temukan dari mereka dan tentunya menjadi inspirasi bagi saya pribadi. Bagi saya suara mereka, pengetahuan mereka adalah sebuah ajakan untuk belajar dan berjalan bersama mereka di jalan yang sama sebagaimana juga menjadi salah satu misi dari sinode Gereja 2021-2023, dimana suara kaum awam butuh untuk didengarkan dan direfleksikan.

Dalam pengalaman pribadi saya, ketika berdiskusi dengan sebagian kelompok kaum awam atau sekedar membaca komentar-komentar mereka dengan tetap berpijak pada Kitab Suci, Tradisi Suci, Magisterium saya selalu merasa paling “bodoh” diantara mereka yang harus dan wajib untuk lebih banyak belajar dan membaca kembali ajaran-ajaran Gereja. Bagi saya mereka adalah “perpustakaan” hidup dan pelayanan saya sebagai seorang imam.

Saya merasa bahwa saya sendiri masih kurang dalam hal pengajaran Gereja namun karena faktor sebagai imam maka kadang merasa lebih tahu dari mereka dan berusaha untuk menutup telinga dari suara mereka yang sejatinya adalah suara yang menggugah dan menginspirasi untuk kembali belajar dan membaca segala hal yang berhubungan dengan pengetahuan dan ajaran-ajaran Gereja.

Mendengarkan dan membaca sharing mereka, saya semakin diyakinkan bahwa Gereja sampai kapanpun tidak akan pernah mati, kalau mereka menjadi rekan kerja dan rekan seperjalanan (Emaus) untuk berkisah dan berbagi iman tentang Yesus dan Gereja-Nya beserta ajaran-ajarannya.

Melihat militansi mereka, saya merasa belum cukup semua pelayanan yang sudah saya lakukan. Mereka kadang harus meninggalkan keluarga mereka demi pelayanan Gereja dan tentu di atas segalanya adalah untuk kemuliaan Allah dan keselamatan umat manusia, namun kadang pengorbanan mereka seringkali dianggap sebagai persaingan atau bahkan melampaui wewenang Uskup ataupun pastor paroki.

Dari mereka saya menyadari bahwa mereka tak perlu dianggap sebagai saingan, bahkan mereka sendiri tentu tidak butuh untuk dipuja dan dipuji, yang hanya mereka lakukan karena mereka anggota Gereja yang memiliki hati hanya untuk kemuliaan Tuhan dan Gereja, maka dari mereka sejatinya memampukan saya secara pribadi untuk berjalan bersama dalam sebuah pembinaan dan pendampingan dalam semangat kekeluargaan, persekutuan dan partisipatif. 

Suara kaum awam adalah cara khas mereka masing-masing mengambil bagian dalam satu imamat Kristus (LG: Lument Gentium 10; 11).


Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jangan Bungkam Suara Kaum Awam

Trending Now

Iklan