Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Kekhusukan Misa Adalah Dari Hati Yang Hening

societasnews.id
Jumat, 17 Desember 2021 | Desember 17, 2021 WIB Last Updated 2021-12-18T08:06:47Z
Kekhusukan Misa Adalah Dari Hati Yang Hening
Ilustrasi: google


“Misa menjadi dialog hati ketika ada kesempatan untuk mendengarkan namun ada kesempatan untuk merefleksikan, ada kesempatan untuk berbicara namun ada kesempatan juga untuk merenungkan dan kesempatan untuk memohon namun ada kesempatan bagi Allah untuk berbicara.” (Tuan Kopong MSF)

Koor meriah menjadi tak berarti ketika hati kita sibuk dengan pikiran-pikiran kita sendiri, kesibukan dan pekerjaan pribadi (bdk. Rom 8:6). Kotbah apapun menjadi tak bermakna ketika diberikan dengan tergesah-gesah dan patokan pada misa hanya satu jam. Misa hanya menjadi sebuah rutinitas ketika yang menjadi patokan adalah misa wajib satu jam yang membuat semuanya menjadi terburu-buru dan dianggap membosankan ketika misa melebih satu jam.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Omicron Terdeteksi di Indonesia, Ini Cara Pencegahannya

Kekhusukan misa pertama-tama, tempatnya adalah “Hati” yang damai dan yang mencintai keheningan. Hati yang selalu dipersiapkan dengan doa-doa pribadi sebelum misa dimulai. Hati yang selalu dipersiapkan dengan membaca bacaan-bacaan misa sehari atau 30 menit sebelum berangkat menghadiri Perayaan Ekaristi. Kekhusukan misa berawal dari hati yang membawa kedamaian dan ketenangan dari rumah bukan karena menyukai bentuk misa ini dan menolak bentuk misa yang lain.

Hati yang damai dan hening dimana telah dipersiapkan dengan persiapan-persiapan rohani berupa membaca dan merenungkan bacaan-bacaan misa hari itu maupun doa pribadi sebelum Perayaan Ekaristi dimulai akan mengantar kita pada sebuah “kenikmatan” rohani yaitu kenikmatan berkomunikasi dengan Yesus didalam misa dengan penuh semangat tanpa ada rasa bosan dan jenuh serta tanpa pernah memikirkan berapa lama misa itu berlangsung melainkan ada perasaan betah atau krasan untuk tinggal lebih lama bersama dengan Yesus dalam Perayaan Ekaristi.

Baca juga: Sebelum Bunuh Diri, Kepala Desa Mbakung, Berpesan Begini Terhadap Istrinya

Sebuah pembicaraan dalam keseharian hidup yang mengkrasankan dan membuat kita betah untuk mendengarkan hingga berjam-jam ketika ada keterbukaan hati untuk mendengarkan dan pembicaraan itu menciptakan kedamaian dan ketengan bathin serta memberikan semangat dan inspirasi baru dalam hidup. Hati yang fokus dalam pembicaraan dan tidak sibuk dengan urusan pribadi pada gilirannya tanpa disadari menjadikan pembicaraan itu sebagai sharing pengalaman iman. 

Ketenangan, kedamaian dan keheningan hati menjadi sebuah keheningan Sabda yang memberikan inspirasi serta gairah hidup beriman yang baru dan menjadi sebuah perjumpaan iman yang meneguhkan dan menguatkan ketika misa juga dilaksanakan dengan Hati. Misa yang dilaksanakan dengan hati adalah yang tidak tergesa-gesa saat berkotbah, saat membacakan bacaan-bacaan misa dan termasuk saat membacakan teks-teks misa mulai dari Pembuka, Persiapan Persembahan, Prefasi, Doa Syukur Agung dan doa-doa presidential.

Baca juga: Berkat Orang Tua: Perisai Bagi Anak-anak

Misa menjadi dialog hati ketika ada kesempatan untuk mendengarkan namun ada kesempatan untuk merefleksikan, ada kesempatan untuk berbicara namun ada kesempatan juga untuk merenungkan dan kesempatan untuk memohon namun ada kesempatan bagi Allah untuk berbicara. Ketergesah-gesahan dalam berdoa, mewartakan Sabda dan memberikan homili hanya akan membawa kekosongan rohani bagi umat karena tak ada kesempatan untuk merefleksikan, merenung bahkan tak ada kesempatan bagi Allah untuk berbicara (bdk. Luk 5:16; Mat 6:6).

Patokan misa bukan pada berapa lama misa itu berlangsung tetapi pada Hati yang hening, hati yang damai dan hati yang dipersiapkan secara rohani melalui bacaan-bacaan pada hari itu dan doa-doa pribadi.

Manila: 18-Desember 2021

Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kekhusukan Misa Adalah Dari Hati Yang Hening

Trending Now

Iklan