Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Ketaatan Dan Kesetiaan Itu Rahmat

societasnews.id
Jumat, 10 Desember 2021 | Desember 10, 2021 WIB Last Updated 2021-12-11T07:26:51Z
Ketaatan Dan Kesetiaan Itu Rahmat


Pada saat budget hearing dengan Kuria Keuskupan Novaliches pada tanggal 09 November 2021, saat masuk ruang pertemuan; reaksi pertama Pastor Vikjen, Ekonom dan Bapak Uskup terhadap saya adalah soal gelang.

Pastor Vikjen yang akrab memanggil saya Padre Yohan langsung nyeletuk; “Yohan, ternyata gelangmu masih banyak juga, saya kira sudah berkurang.” Saya hanya menjawab; “malah tambah banyak padre, hehehe.”

Pastor Ekonom menimpali; “gelang-gelangmu itu ada isinyakah Padre? Coba bagi-bagi dengan kami jugalah.” Saya menjawab; ini cuma koleksi padre. Nanti kubawa untuk Padre mereka.” Bapak Uskup sendiri hanya tersenyum memandang gelang-gelang ditanganmu.

Sambil bercanda saya mengatakan; “walaupun gelang banyak yang penting tiap bulan laporan keuangan tepat waktu Padre dan Bapak Uskup.”

Tiap bulan laporan keuangan tepat waktu adalah ungkapan ketaatan dan kesetiaan. Menghidupi ketaatan dan kesetiaan memang tidak mudah karena selalu ada godaan cepat bosan dan terlebih siapa sosok yang sedang berhadapan dengan kita.

Kadang kesulitan menghidupi ketaatan dan kesetiaan karena sosok yang dihadapi bukan sosok penting dalam sebuah pekerjaan, maka untuk apa ditaati. Kadang juga ketaatan dan kesetiaan dihidupi karena ada pengawasan. Jika tidak sedang dalam pengawasan maka bisa “semau gue” dan sebaliknya jika dalam pengawasan maka nampaknya serius mengerjakan pekerjaan.

Jika ketaatan dan kesetiaan model ini yang dihidupi maka segala tanggungjawab yang diberikan dipandang sebagai beban dan hasilnya pasti tidak maksimal atau menjadi berantakan pekerjaan kita; dan ajaran sebaik apapun akan dilihat sebagi penghalang yang menghalangi kebebasan.

Sebaliknya jika ketaatan dan kesetiaan dihidupi dan dimaknai sebagai RAHMAT maka ketaatan dan kesetiaan diterima dan dijalani sebagai PANGGILAN untuk menghasilkan dan membagikan rahmat tersebut untuk kepentingan banyak orang dan demi kebaikan bersama.

Ketika Ketaatan dan Kesetiaan dipahami sebagai Rahmat dan dijalani sebagai Panggilan mengikuti Kristus maka bukan lagi siapa yang berhadapan dengan kita, apa yang kita kenakan dan meyakini bahwa tanggungjawab yang diberikan kepada kita adalah panggilan dari Allah sendiri dan ketaatan serta kesetiaan kita adalah jawabannya.

Ketika kita terjebak pada mentalitas “idola” maka kita seperti hamba ketiga dalam bacaan Injil hari ini yang tidak taat dan setia melaksanakan tanggungjawab yang diberikan karena sudah memiliki negative thinking terlebih dahulu karena yang mengutus dia bukan idolanya (bdk. Luk 19:20-23).

Santa Teresa dari Calcuta; “Kita dipanggil untuk setia.” Artinya kesetiaan dan ketaatan kita adalah juga jawaban atas panggilan Tuhan.


Pater Tuan Kopong MSF


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketaatan Dan Kesetiaan Itu Rahmat

Trending Now

Iklan