Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Menikah, Haruskah Membayar Iuran OMK? (Sebuah Ilustrasi)

societasnews.id
Selasa, 07 Desember 2021 | Desember 07, 2021 WIB Last Updated 2021-12-08T06:26:10Z

 

Menikah, Haruskah Membayar Iuran OMK?  (Sebuah Ilustrasi)

Seorang pemuda karena keadaan ekonomi menutut dia untuk merantau dan di perantauan menemukan jodoh dan setelah sekian lama berpacaran memutuskan untuk menikah secara Katolik.

Meskipun di perantaun pemuda ini aktif juga di dalam kegiatan gerejani baik itu di tingkat lingkungan maupun paroki. Ia aktif bersama pasangannya sebagai OMK. Dan karena keterlibatan di OMK mereka berdua bertemu dan akhirnya berpacaran.

Karena ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti surat baptis terbaru dan status liber maka pemuda itu meminta keluarganya di kampung asal untuk meminta surat baptis terbaru dan status liber. Pada saat meminta surat baptis dan status liber ada kendala yang dihadapi oleh keluarga yaitu soal iuran OMK yang belum dibayar oleh pemuda itu selama di perantauan.

Maka dari itu surat baptis dan status liber belum bisa diberikan karena pemuda tersebut masih ada “utang” iuran OMK. Alasan pemuda itu harus membayar karena ia masih tetap terhitung OMK aktif di paroki asalnya dan karena alasan merantau maka pemuda tersebut dikenai biaya membayar iuran OMK agar adil karena OMK lain yang tidak merantau sangat aktif dan bekerja keras menghidupi OMK.

Kitab Hukum Kanonik yang mengatur Sakramen Perkawinan, Kanon. 1058 dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang dapat melangsungkan perkawinan sejauh tidak dilarang oleh hukum. Yang dimaksud sejauh tidak dilarang oleh hukum adalah halangan-halangan yang menggagalkan membuat seseorang tidak mampu untuk melaksanakan perkawinan secara sah (Kan. 1073) baik itu halangan kodrati maupun halangan gerejani.

Maka soal membayar iuran OMK TIDAK TERMASUK SEBAGAI HALANGAN ATAUPUN LARANGAN.

Hak menikah umat Katolik dilindungi oleh undang-undang (Kan.1060). Maka ketika dengan alasan bahwa pemuda tersebut belum membayar iuran OMK maka surat baptis dan status liber tidak diberikan itu adalah sebuah PELANGGARAN dan KESALAHAN.

Katolik itu berisfat satu, universal dan terbuka. Dimanapun berada di tetap terikat dalam kesatuan dengan Gereja Katolik. Keaktifan dia di tanah perantauan itu juga bukan keaktifan sebagai pribadi atau OMK di paroki asal melainkan keaktifan sebagai orang Katolik yang terikat dalam satu kesatuan dengan Gereja Universal.

Semoga kita tidak menjadikan alasan suci untuk “menjual” sakramen. Bahwa orang membayar pada saat mengambil surat baptis dan status liber serta administrasi lainnya itu adalah sebagai sumbangan dan bukan sebagai pungutan wajib. Hehehe, jangan sampai ada alasan suci dibalik pungli!!

Manila: Desiyembre-07-2019

Pater Tuan Kopong MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menikah, Haruskah Membayar Iuran OMK? (Sebuah Ilustrasi)

Trending Now

Iklan