-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Palungan, Tempat Tidur Pertama Yesus Menghadirkan Model Ketersembunyian

Rabu, 22 Desember 2021 | Desember 22, 2021 WIB Last Updated 2021-12-22T09:09:56Z
Palungan, Tempat Tidur Pertama Yesus Menghadirkan Model Ketersembunyian
Ilustrasi: google


Ketersembunyian muncul sebagai ciri khas kehidupan Yesus sejak awal narasi Injil. Lukas menceritakan kelahiran Yesus di antara jalan-jalan yang penuh sesak di Betlehem, kepada orang-orang yang tidak memiliki keharuman sosial. Bahkan pemandangan Maria yang sedang hamil tidak menimbulkan belas kasihan yang cukup dari para warga untuk menemukan dia kamar yang layak untuk melahirkan.  

Lantas, tempat tidur pertama Yesus adalah palungan yang cocok untuk pakan ternak. Masih dalam cerita Lukas, motif ketersembunyian Yesus tampak ketika seorang malaikat dengan "kemuliaan Allah" mengumumkan kelahiran Yesus, di bawah naungan malam kepada sekelompok kecil gembala yang menduduki anak tangga terbawah dari kelas masyarakat Palestina (Lukas 2:9). 

Selaras dengan situasi genting Maria sendiri, Yesus sejak awal kehidupan manusianya menanggung kerentanan sebagai janin dalam rahim ibunya. Detak jantung manusia yang pertama, Yesus menunjukkan bahwa tidak ada rasa malu dalam kondisi kerentanan dan ketergantungan manusia.

Artinya, jauh sebelum Yesus menarik banyak orang melalui pengajaran dan penyembuhan-Nya dan sebelum Ia menjadi identik dengan salah satu agama besar dunia, hidup Yesus bergantung sepenuhnya pada orang lain, seseorang yang kesejahteraannya jauh dari aman— untuk makanan dan perlindungan misalnya. 

Alkitab juga mencatat tak lama setelah kelahiran Yesus, keluarganya kemudian menghilang lebih jauh dari pandangan publik, "menjadi pengungsi" yang melarikan diri dari ancaman kekerasan.  

Kehidupan muda Yesus terganggu oleh perintah Raja Herodes yang lalim untuk membantai semua anak laki-laki di bawah usia dua tahun di Betlehem, mendorong keluarga tersebut untuk melarikan diri ke Mesir (lih. Mat 2:16).  

Kitab suci pun tidak memberikan indikasi bahwa di Mesir keluarga muda ini memiliki kerabat, jaringan pendukung, perlindungan hukum, atau pengetahuan tentang bahasa lokal. Banyak situs suci Kristen dan ikonografi di seluruh Mesir menggambarkan periode ini. Dan menurut tradisi Koptik Katolik lisan di Mesir diceritakan bagaimana Yusuf, Maria, dan Yesus sering mengalami kekurangan tempat tinggal, makanan, dan air. 

Kehidupan Yesus dari Nazaret memang penuh dengan ironi yang ditandai oleh ketersembunyian. Ketersembunyian merupakan sebuah preferensi untuk pinggiran dan penolakan terhadap pusat perhatian—tidak hanya mewakili bagaimana Yesus mengungkapkan Tuhan, tetapi juga apa yang Yesus ungkapkan tentang Tuhan. 

Yesus tidak hanya memilih ketersembunyian sepanjang keadaan kelahiran, kehidupan, dan kematian-Nya, tetapi Yesus lebih jauh mengidentifikasi diri-Nya untuk selamanya dengan mereka yang tetap berada di pinggiran masyarakat.  

Dalam adegan penghakiman yang terkenal dalam Matius 25, Yesus berkata: "apa pun yang kamu lakukan untuk salah satu dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku." Kerendahan hati dan belas kasih Yesus, tampak jelas tersembunyi di antara mereka yang menderita dan terabaikan. 

Meskipun Yesus berasal dari kelas menengah dan tidak memiliki kekurangan yang berarti, ia bergaul secara sosial dengan kelas bawah dan mengidentifikasi dirinya dengan mereka. Dia menjadi orang buangan karena pilihan. Bagi saya Yesus menghadirkan model rela pergi ke pinggiran. 

Yesus secara konsisten mencari teman dari orang-orang yang diabaikan pada zamannya: penderita kusta, pemungut cukai, orang berdosa, orang Samaria, wanita, gembala, nelayan, dan perwira Romawi. 

Maka mengidentifikasi ketersembunyian Yesus sebagai pribadi yang ditarik secara sentrifugal ke pinggiran dapat membantu kita untuk mengenali Yesus dalam individu-individu yang telah dibuang ke pinggiran masyarakat kontemporer. Mengingat ketersembunyian Yesus membantu kita melihat dengan lebih jelas hidup kita yang kadang mengejutkan sekaligus mengagumkan. 

Selamat Memersiapkan Natal 2021

Caloocan City

Garsa Bambang, MSF

×
Berita Terbaru Update